Munarman Sayangkan Kematian Teroris, PDIP: Tembak Mati Aja Nih Manusia

Munarman Sayangkan Kematian Teroris, PDIP: Tembak Mati Aja Nih Manusia

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Politikus PDIP, Dewi Tanjung mengomentari soal pernyataan Mantan Sekretaris Front Pembela Islam (FPI) Munarman yang menyayangkan tindakan polisi menembak mati teroris pelaku penyerangan di Mabes Polri.

Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter, Jumat 2 April 2021, menilai pernyataan Munarman itu sebagai ujaran kebencian.

Ia pun lantas mempertanyakan kapan aparat kepolisian menangkap kuasa hukum Habib Rizieq Shihab tersebut.

“Kapan manusia ini di Tangkap atas Mulutnya yang suka menyebarkan ujaran kebencian dan hoax,” cuit Dewi Tanjung.

Bahkan, kader PDIP ini meminta kepada aparat kepolisian jika perlu Munarman ditembak mati saja lantaran menurutnya kerap membuat gaduh negara.

Baca Juga

“Kapan Perlu TEMBAK Mati aja neeh Manusia yang suka bikin Gaduh negara,” tegas Dewi Tanjung.

Dalam kicauannya itu, politisi PDIP ini juga menyinggung kembali kasus Munarman di Bali.

“Kasus Munarman di Bali Gimana kabarnya. Oh ya Nyai Ingat Kasus Majalah Playboy,” tuturnya.

Dewi Tanjung dalam cuitannya tersebut juga menyertakan foto tangkapan layar pemberitaan ‘Munarman Menyayangkan Keputusan Polisi Menembak Mati Teroris ZA: Prihatin, Nyawa Manusia di Indonesia Terlalu Murah’.

Sebelumnya, Mantan juru bicara Front Pembela Islam (FPI) Munarman angkat bicara terkait peristiwa penyerangan teroris ke Markas Besar (Mabes) Polri.

Munarman mengaku prihatin setelah melihat cuplikan video amatir detik-detik ditembaknya perempuan terduga teroris tersebut yakni Zakiah Aini oleh aparat.

Ia pun lantas menyebut bahwasanya nyawa manusia di Indonesia harganya terlalu murah.

“Itu yang kita prihatinkan. Terlalu mudah, terlalu murah harga nyawa manusia di Indonesia ini, dan itu berulang-ulang kejadian seperti itu,” ujar Munarman.

Hal itu disampaikan Munarman lewat videonya yang tayang di kanal Youtube Refly Harun, seperti dilihat pada Kamis 1 April 2021.

“Siapa pun juga orangnya, yang jelas nyawanya. Jadi, harganya sangat murah sekali,” sambung Munarman.

Ia kemudian menyoroti keputusan pihak kepolisian yang telah menembak mati perempuan terduga teroris tersebut.

Menurutnya, terduga teroris seharusnya bisa dilumpuhkan tanpa perlu ditembak mati seperti itu.

Apalagi, kata Munarman, selama ini aparat keamanan di Indonesia dibekali dengan pelatihan menembak. Ditambah, teroris Zakiah Aini juga seorang perempuan.

“Apalagi, kan, ini perempuan. Bisa dilakukan penembakan pelumpuhan itu pada kaki. Katakanlah pada tangan, katakanlah dia pemegang senjata bisa di bagian tangannya,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.