Singgung AHY Soal Arti Istilah Kudeta, Politikus PDIP: Kader Demokrat Kudu Belajar yang Cerdas

Terkini.id, Jakarta – Politikus PDIP, Dewi Tanjung menyinggung Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY soal arti istilah kudeta.

Dewi Tanjung lewat cuitannya di Twitter, Rabu 3 Februari 2021 mempertanyakan apakah AHY dan kader Partai Demokrat paham dengan arti sebenarnya dari kudeta.

“AHY & kader Demokrat Paham ngga sih arti KUDETA?,” cuit Dewi Tanjung.

Baca Juga: Tanggapi Demokrat Disebut Partai Keluarga Cikeas, Ketum AHY: Apa Salahnya?

Ia pun menjelaskan bahwa istilah kudeta itu ditujukan untuk kondisi sebuah negara yang sedang mengalami pengambilan alihan pemerintahan dengan paksa.

“Kudeta itu biasanya di tujukan pada kondisi sebuah negara yang mana terjadi pengambilan Alihan pemerintahan dengan Paksa,” kata Dewi Tanjung.

Baca Juga: Maknai Senyum SBY Saat Dengar Isu Kudeta Demokrat, AHY: Senyumnya...

Sementara pengambilalihan ketua partai dengan paksa, kata Dewi, bukanlah disebut kudeta melainkan kisruh.

“Kalo pengambil Alihan ketum Partai dengan Paksa itu namanya Kisruh,” ungkap Politisi PDIP ini.

Oleh karenanya, Dewi Tanjung meminta kepada AHY dan kader Partai Demokrat agar belajar yang cerdas terkait hal tersebut.

Baca Juga: Rocky Gerung Nilai Presiden Jokowi Rapuh Hingga Sekadar ‘Petugas Partai’

“AHY & Kader Demokrat kudu Belajar yang Cerdas deh,” ujar Dewi Tanjung.

Diketahui, saat ini Partai Demokrat tengah diterpa isu kudeta terhadap ketua umum mereka, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

AHY pun telah mengungkapkan, ada pihak-pihak yang berencana melakukan makar atau pengambil alihan pimpinan Partai Demokrat.

Hal itu disampaikan AHY lewat konferensi pers yang ditayangkan kanal Youtube Agus Yudhoyono pada Senin 1 Februari 2021, kemarin.

Dalam konferensi pers itu, AHY menyebut ada lima aktor dibalik upaya kudeta tersebut.

Menurut AHY, empat orang terduga pelaku adalah anggota dan mantan anggota Partai Demokrat.

Sedangkan satu orang lainnya merupakan pihak yang berada di luar partai namun memegang jabatan fungsional di pemerintahan Presiden Jokowi.

Sponsored by adnow
Bagikan