Singgung Aparat Soal Pendemo, Eko Kuntadhi: Nakes Malah Dijadikan Tersangka

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi membandingkan perlakuan aparat terhadap pendemo di tengah pandemi dengan peristiwa tenaga kesehatan (Nakes) di Pematang Siantar yang dijadikan tersangka.

Eko Kuntadhi lewat cuitannya di Twitter, Senin 22 Februari 2021, menilai tidak ada satupun pendemo di tengah pandemi saat ini yang diseret aparat ke ranah hukum.

Padahal, menurut Eko, perilaku para pendemo di tengah pandemi tersebut berpotensi menularkan virus Corona.

Hal itu menurutnya berbeda dengan cara aparat memperlakukan Nakes di Pematang Siantar yang sudah bekerja keras dan mempertaruhkan nyawa saat menangani Covid-19.

Mungkin Anda menyukai ini:

Namun, kata Eko Kuntadhi, Nakes tersebut malah dijadikan tersangka oleh aparat hukum.

Baca Juga: Kasus Nakes Forensik Dihentikan, Eko Kuntadhi: Beda Kamar, Tapi Paksa...

“Yang paling membuat geram. Tidak ada satupun para pendemo di tengah pandemi ini diseret ke jalur hukum. Padahal perilaku mereka membahayakan penularan COVID-19. Aparat malah menjadikan nakes yang sudah bekerja keras dengan resiko nyawanya sebagai tersangka. Oalaa. Indonesiaku!” cuit Eko Kuntadhi.

Terkait para pendemo tersebut, Eko lewat cuitannya juga membagikan foto sejumlah orang yang melakukan aksi demo menuntut 4 nakes di Pematang Siantar diadili karena dinilai telah menistakan agama.

Dalam narasi unggahannya, Eko Kuntadhi aparat keamanan tunduk pada tekanan para pendemo tersebut.

Baca Juga: Eko Kuntadhi Bela 4 Nakes Tersangka Penistaan Agama, Tengku Zul:...

“Gerombolan jenis ini yang mau menyeret tenaga kesehatan kita dengan pasal penistaan agama. Sayangnya aparat keamanan tunduk pada tekanan mereka,” tuturnya.

Sebelumnya, Eko Kuntadhi juga menyayangkan perlakuan aparat yang menjadikan empat nakes di Pematang Siantar sebagai tersangka lantaran memandikan jenazah perempuan pasien Covid-19.

Eko lewat cuitannya di Twitter menilai bangsa ini telah membalas jasa para petugas medis dengan memenjarakan mereka berdasarkan dalih penistaan agama.

“Janganlah kita menjadi bangsa biadab. Membalas jasa para petugas medis dengan memenjarakannya! Apalagi dengan dalil penistaan agama. Sesuatu yang sama sekali tidak mereka lakukan,” kata Eko Kuntadhi.

Menurut Eko Kuntadhi, harusnya bangsa ini berterima kasih kepada para nakes yang telah berjuang menangani pandemi Covid-19 dan bukannya malah mengkriminalisasi mereka.

“Mestinya kita berterima kasih pada mereka. Bukan malah dikriminalisasi,” ujarnya.

Bagikan