Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini, Jenderal TNI (Purn) Gatot Nurmantyo menyinggung soal ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia di masa pandemi Covid-19.
Menurutnya, ketimpangan sosial semakin meningkat tajam di saat pandemi virus Corona baru (Covid-19) yang berpotensi kerusuhan sosial mudah terjadi.
Adapun hal itu disampaikan Gatot saat memberikan sambutan sebagai Dewan Pembina Universitas Cokroaminoto di acara Sidang Terbuka Senat Universitas Cokroaminoto yang digelar di Hotel Sahid, Jakarta, pada Rabu lalu, 15 September 2021.
“Ketimpangan semakin meningkat sangat tajam,” ujar Gatot, dikutip terkini.id dari RMOL pada Sabtu, 18 September 2021.
Perubahan tersebut menurut Gatot Nurmantyo, dianggapnya sebagai lampu merah.
- Gatot Nurmantyo Nilai Pemerintah Gagal Wujudkan Keadilan Bagi Masyarakat
- Mantan Panglima TNI Sebut Ferdy Sambo Dapat Kembali Jadi Anggota Polri
- Gatot Nurmantyo Buka Suara Soal Kasus Brigadir J: Ada Pertempuran di Internal Polisi
- Ferdy Sambo Bisa Batal Dipecat? Gatot Nurmantyo: Keputusan Kapolri Bisa Diralat
- Ferdy Sambo Bisa Kembali Jadi Polisi, Gatot Nurmantyo: Kurang Ajar!
Mengapa? Karena ia beranggapan bahwa jikalau ketimpangan sosial tinggi, maka kerusuhan sosial pun mudah terjadi.
“Yang kaya kok kaya banget, yang miskin, miskin banget,” ujar sang mantan Panglima TNI itu heran.
Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI) itu melihat bahwa awal pandemi justru ketimpangan semakin melonjak.
Hal tersebut dikarenakan bertambahnya orang kaya yang penghasilannya mencapai 1-100 juta dolar AS.
Maka dari itu, ia lantas bertanya-tanya terkait ada apa di balik pandemi Covid-19 ini dan hubungannya dengan ketimpangan sosial.
“Ada apa dengan Covid-19? Yang miskin makin miskin, yang kaya makin kaya,” pungkas Gatot Nurmantyo.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
