Singgung PCR, Babeh Aldo: DNA Rakyat Dikumpulkan Untuk Senjata Biologis

Terkini.id, Jakarta – Sebuah video wawancara yang memperlihatkan aktivis politik Babeh Aldo menyinggung soal PCR dan menyebut tes covid itu sebagai alat untuk mengumpulkan DNA rakyat Indonesia, viral di media sosial.

Video wawancara Babeh Aldo sebut tes PCR hanya untuk mengumpulkan data DNA rakyat Indonesia tersebut viral usai diunggah pengguna Twitter FirzahusainInc, seperti dilihat pada Jumat 14 Januari 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut Babeh Aldo sepertinya mau diajak ngopi oleh aparat kepolisian.

Baca Juga: Geger! Tamim Pardede Sebut Habib Rizieq ‘Banci’: Ngaku Keturunan Rasulullah...

“TerserahPolisi sih mau diajak ngopi apa babe Aldo ini, tapi klu saranku kopi Jessica aja,” cuit netizen FirzahusainInc.

Dilihat dari video itu, tampak awalnya Babeh Aldo mengajak rakyat untuk mendesak pemerintah agar mencabut darurat pandemi, mandatori vaksin dan menghapus tes PCR.

Baca Juga: Tamim Pardede Kepada Babeh Aldo: Belum Pernah Bunuh Orang Kafir...

“Kami mengajak semua rakyat Indonesia untuk bersatu, bersama menyuarakan kebenaran. Cabut darurat pandemi, hapus mandatori vaksin dan hapuskan tes PCR,” ujar Aldo.

Ia pun lantas menyebut, pandemi saat ini hanyalah rekayasa dan tipu daya lantaran pihaknya mempunyai data kebenaran soal hal itu.

“Semuanya ini tipu daya, kami punya data dan faktanya bahwasanya pandemi ini adalah pandemi buatan,” tegasnya.

Baca Juga: Tamim Pardede Kepada Babeh Aldo: Belum Pernah Bunuh Orang Kafir...

Lebih lanjut, Babeh Aldo kemudian menyebut alat tes PCR hanya dijadikan bisnis untuk jual beli dengan rakyat Indonesia.

Tak hanya itu, kata Aldo, pihaknya juga mencurigai tes PCR digunakan untuk mengumpulkan data DNA rakyat.

“Alat tes PCR adalah alat tes untuk bisnis jual beli dengan rakyat Indonesia. Dan lebih parahnya, tes PCR kami curigai untuk mengumpulkan data DNA rakyat Indonesia,” ungkapnya.

Adapun data DNA rakyat dari tes PCR tersebut, menurut Babeh Aldo, bisa dipakai sebagai biological weapon atau senjata biologis.

“Di mana data DNA rakyat Indonesia tersebut bisa digunakan sebagai biological weapon dan itu berbahaya bagi rakyat Indonesia,” ujarnya.

Bagikan