Singgung Ulama Pendiri NU, Faizal Assegaf: Revolusi Jihadnya Over Dosis

Singgung Ulama Pendiri NU, Faizal Assegaf: Revolusi Jihadnya Over Dosis

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Aktivis, Faizal Assegaf menyinggung soal klaim revolusi jihad ulama kharismatik pendiri Nahdlatul Ulama (NU) KH Hasyim Asy’ari.

Singgungan Faizal Assegaf terhadap ulama pendiri NU itu disampaikan Faizal lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Sabtu 23 Oktober 2021.

Awalnya, Faizal beranggapan tidak hanya NU yang berpartisipasi dalam gerakan perlawanan rakyat di masa revolusi kemerdekaan RI.

Namun, kata Faizal, sejumlah golongan baik muslim non-NU maupun penganut agama Katolik, Kristen dan Tionghoa juga ikut berpartisipasi dalam gerakan perlawanan rakyat tersebut.

“Tidak hanya NU, partisipasi gerakan parlawanan rakyat datang dari seluruh golongan. Kaum muslim yang ga ada embel-embel NU, Katolik, Kristen & Tionghoa dll,” cuit Faizal Assegaf.

Baca Juga

Ia pun lantas menyindir NU yang menurutnya kerap mengklaim soal sejarah demi mengkuktusan KH Hasyim Asy’ari tanpa melakukan verifikasi.

“Kebiasannya mengklaim sejarah untuk pengkuktusan Hasyim Asyari & NU tanpa verifikasi, harus dihentikan! Rakyat sudah cerdas,” tegasnya.

Selain itu, Faizal Assegaf juga mengungkapkan merujuk fakta-fakta dokumen yang dihimpun pihaknya tidak ada fakta soal KH Hasyim Asy’ari dan revolusi jihadnya.

Justru, menurut Faizal, Bung Tomo dan seluruh rakyatlah yang bergerak secara sadar ketika itu tanpa embel-embel ormas manapun.

“Merujup pada fakta-fakta dokumen yang dihimpun secara utuh dalam buku: Kronik Revolusi Indonesia, tidak ada fakta soal Hasyim Asyari & Revolusi Jihadnya. Justru Bung Tomo & seluruh rakyat bergerak secara sadar tanpa klaim embel-embel ormas apapun,” tuturnya.

Oleh karena itu, Faizal Assegaf menyebut revolusi jihad yang diklaim ulama pendiri NU tersebut over dosis atau terlalu berlebihan dan lebih kepada kepentingan politik identitas.

“Resolusi Jihad yang diklaim Hasyim Asyari & NU over dosis, lebih pada ekspresi politik identitas & berpotensi mengaburkan fakta sejarah. Perlawanan atas penjajah di Surabaya, NU tidak hadir sebagai pelopor tunggal. Jangan nafikan partisipasi dari keragaman kekuatan rakyat pada saat itu!,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.