Masuk

Faizal Assegaf Soroti Pernyataan Mahfud MD Soal Berikan Hukuman Mati Ke Koruptor: Dimulai dari Kasus Bendum PBNU

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Belum lama ini pemilik akun TikTok @karyono_28 membagikan video Mahfud MD yang sedang menjelaskan alasan hukuman mati diberikan kepada koruptor.

Dalam pernyataanya itu, Mahfud MD dengan tegas akan memberikan hukuman mati kepada koruptor dengan tanpa syarat.

“Kalau saya jadi presiden hukuman mati bagi koruptor harus diberlakukan tanpa syarat dalam keadaan krisis,” ujar Mahfud MD.

Baca Juga: Menko Polhukam Mahfud MD Sebut Ada Gerakan yang Coba Pesan Putusan Sambo

Pernyataan Mahfud MD tersebut selanjutnya lebih spesifik bahwa koruptor melakukan korupsi disaat negara tengah dalam kondisi krisis ekonomi maka hukuman mati layak diberikan.

Coret krisisnya itu pokoknya koruptor dihukum mati aja,” tegas Mahfud MD.

Mahfud MD juga menyebutkan jika motif korupsi kebanyakan dilatarbelakangi oleh biaya politik yang sangat tinggi sehingga mereka mencoba untuk mengembalikan modalnya.

Baca Juga: Menko Polhukam Minta Polri Periksa Penyidik Kasus Pemerkosaan Pegawai Kemenkop: Sejak Awal Sangat Tidak Profesional

“Sekarang kalau mau jadi anggota DPR dia harus bikin spanduk, iklan dan sebagainya itu tidak terbayangkan jumlahnya dengan gaji yang diterima,” pungkasnya.

Melihat hal tersebut, Faizal Assegaf turut buka suara dan menyoroti pernyataan yang disampaikan Mahfud MD. Hal tersebut disampaikan melalui sebuah cuitan di akun media sosial twitter miliknya.

Dalam cuitannya, Faizal tampak secara terang-terangan memberikan perintah kepada Luqman  Hakim AL Jambi anggota DPR RI.
Pak @LuqmanBeeNKRI sebagai politisi yang hidup dari upah rakyat di parlemen, saya PERINTAHKAN anda sgr sosialisasikan usulan pak @mohmahfudmd,” pungkasnya. Di akun twitter. Minggu, 23 Oktober 2022,

Lanjut “Dimulai dari kasus Bendum PBNU Mardani Maming & aktor skandal kardus durin. Ajak Yahya Staquf & Menag berantas kejahatan korupsi, jangan hipokrit,” kata Faizal.