Terkini.id, Jakarta – Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan atau PPATK ungkap sisi gelap ACT soal transaksi pihaknya dengan beberapa negara.
Hal tersebut merupakan buntut dari kasus dugaan penyelewengan dana ACT yang buat heboh publik sampai saat ini.
Pihak PPATK mengidentifikasi ada transaksi yang dikirim untuk mendanai beberapa negara yang beresiko tinggi pendanaan terorisme.
“Salah satu karyawan yang melakukan, selama periode dua tahun, melakukan transaksi ke, pengiriman dana ke negara-negara beresiko tinggi dalam hal pendanaan terorisme,” ujar pihak PPATK di hadapan media.
Pihaknya juga mengabarkan bahwa jumlah uang yang dikirim beresiko tinggi pendanaan terorisme itu mencapai miliaran. “17 kali transaksi dengan nominal 1,7 miliar,” ujar pihak PPATK mengabarkan.
- Heboh, Dugaan Transaksi Mencurigakan Pemilu Temuan PPATK, Ini Respons Bawaslu
- Aliran Transaksi Capai Rp1,1 T, Panji Gumilang Jadi Tersangka Dugaan TPPU
- Aset Bandar Narkoba Hasil TPPU Senilai Rp89 M Disita Bareskrim
- Heboh Transaksi Janggal Rp300 Triliun di Kemenkeu Akhirnya Terang Benderang: Bukan Korupsi
- Heboh, Safe Deposit Box Rafael Alun, Mata Uang Asing Senilai Rp37 Miliar
Video itu diunggah oleh akun twitter @Cintada16 sebagaimana dilansir Terkini.id pada Rabu, 6 Juli 2022.

Pihak PPATK juga melaporkan ada beberapa transaksi ke negara-negara luar dari pihak ACT yang teridentifikasi oleh pihaknya.
Pihaknya juga mengabarkan beberapa transaksi itu dilakukan oleh beberapa individu di dalam yayasan tersebut.
“Ada beberapa transaksi yang dilakukan oleh beberapa individu di dalam yayasan tadi yang juga secara sendiri-sendiri melakukan transaksi ke beberapa negara,” ujar pihak PPATK menjelaskan.
“Misalnya salah satu pengurus itu melakukan transaksi pengiriman dana periode 2018 ke 2019 hampir senilai 500 juta rupiah,” ujar pihak PPATK melanjutkan.
“Seperti ke Turki, Khazakstan, Bosnia, Albania dan India gitu ya,” ujar pihak PPATK melaporkan.
“Beberapa transaksi dilakukan secara individual oleh para pengurus,” ujar pihaj PPATK menjelaskan.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
