Terkini.id, Makassar – Tiga Calon Legislatif (Caleg) dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang bertarung di Dapil II DPRD Kota Makassar diduga menjadi korban pencurian suara.
Mereka di antaranya, Rahmat Taqwa Quraisy, Muhajidin Tahir, dan Anzar Makkuasa. Ketiganya mengaku sangat dirugikan akibat tindakan pencurian suara tersebut.
Ketua Bidang Hukum PPP Makassar, Anzar Makkuasa, dengan tegas menuding bahwa ada empat Tempat Pemungutan Suara (TPS) di wilayah Dapil 2 yang menjadi saksi bisu atas pencurian suara tersebut.
Dia menyoroti TPS 21 di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, di mana suara PPP menyusut secara misterius sementara suara partai lain malah bertambah, sebuah fenomena yang sangat mencurigakan.
Ia mengaku tidak segan-segan untuk membawa masalah ini ke ranah hukum.
- DPRD Makassar Soroti Pentingnya Akta Kematian dalam Validitas Data Pemilih
- Pendaftaran Pangkalan LPG 3 Kg Gratis, Pertamina Sulawesi Tegaskan Isu Berbayar Hoaks
- Ketua DPRD Sulsel Ikuti Retret Nasional, Asah Visi Kepemimpinan
- Hadiri Sosialisasi Jamsostek, Wakil Bupati Sidrap Dorong Perlindungan Pekerja Penggilingan Padi
- BTIIG Raih Penghargaan Gubernur Sulteng Atas Kontribusi Pendapatan Daerah
“Kecurangan semacam ini tidak hanya merugikan Caleg PPP, tetapi juga merusak integritas demokrasi secara keseluruhan,” kata dia, Rabu, 21 Februari 2024.
Dia menegaskan pentingnya agar Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) bertindak adil dan profesional tanpa intervensi apapun.
Kisah serupa disampaikan oleh Caleg PPP, Mujahidin Tahir, yang dengan gigih bersumpah untuk memperjuangkan setiap suara yang telah diperolehnya.
Dia menegaskan bahwa tindakan eksternal yang mencurigakan telah menghilangkan sebagian besar suara yang seharusnya menjadi bagian dari perolehan demokratis.
Khususnya, di Kelurahan Layang, Kecamatan Bontoala, hasil C1 Plano menunjukkan manipulasi yang mencolok, di mana suara sah miliknya tiba-tiba menghilang secara misterius.
Ia pun mengecam keras tindakan oknum yang menggunakan segala cara kotor untuk meraih keunggulan politik, menggambarkan perilaku tersebut sebagai pengkhianatan terhadap demokrasi.
“Susah jadi wakil rakyat kalau mentalnya mental maling, Suara saya di C1 Plano 13 kemudian hilang 10 sisa jadi 3,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
