Terkini.id, Jakarta – Sebuah foto berisi spanduk besar bertuliskan ‘Malang Tolerant City Not Halal City’ yang dipasang di beberapa sudut kota Malang viral di media sosial.
Spanduk tersebut juga nampak terpampang jelas di depan balai kota Malang.
Fenomena itu pun tak luput dari perhatian publik dan mengundang berbagai tanggapan dari warganet pengguna Twitter.
Foto yang diunggah oleh pengguna bernama @bedarmanto itu telah diretweet lebih dari 700 kali.
“Malang Tolerant City Not Halal City. Hebat warganya mbelgedes walikotanya,” tulisnya, Kamis, Rabu, 16 Februari 2022, dikutip dari Twitter.
Cuitan itu kemudian menuai berbagai tanggapan warganet lain yang heran terhadap isi dari baliho yang ada di dalam foto tersebut.
“Kalo mau dijadikan Halal city, selama ini haram city dong?,” komentar akun bernama @YahezkielSan.
“Apakah Not Halal City = haram city?,” sambung akun bernama @NurhamimH.
Netizen menilai tulisan itu mengandung makna yang ambigu dengan menyematkan kata-kata ‘Not Halal City’ setelah kata ‘Tolerant City’.
Kata-kata itu dapat menimbulkan perspektif lain yang menjurus pada syariah Islam.
“Saran buat yang bikin itu di Malang supaya dipahami dulu makna dan konteksnya, baru dibikin. Lucu jadinya kalo bilang ‘Halal city’ entah dimana ‘haram city’. Halal-haram itu soal boleh atau tidak, berhak atau tidak, dalam mengkonsumsi, menggunakan, atau memiliki sesuatu, ” tulis akun bernama @jamurkecap.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
