SMAN 7 Makassar Kembali Berduka! Selamat Jalan Guruku, Andi Mahyuddin Gani

Terkini.id, Makassar – Andi Mahyuddin Gani. Guru, Staf, Pelajar serta bujang sekolah yang ada di SMAN 7 Makassar pasti tidak asing lagi dengan beliau. Beliau adalah salah satu panutan di Sekolah.

Beliau lahir tepatnya tanggal 12 November 1961. Baru-baru beliau memperingati hari kelahirannya.

Beliau adalah sosok guru bahkan pahlawan yang begitu banyak jasanya bagi siswa(i)nya di Sekolah. Sosok yang periang, bahkan mungkin bisa dibilang beliau adalah salah satu orang yang tak pernah terlihat bersedih.

Sosok yang sangat disegani oleh seluruh masyarakat penghuni sekolah. Ketegasannya dalam mendidik dan juga caranya berbicara seolah-olah seperti tusukan yang mampu mengubah drastis peserta didiknya untuk menjadi lebih baik.

Karakternya yang begitu tegas namun beliau juga bisa dikatakan memiliki karakter yang lucu juga. Tak jarang beliau marah. Beliau akan marah ketika anak didiknya tak mematuhi aturan yang diterapkan oleh sekolah. Namun beliau akan senantiasa melucu, bergurau, bercanda ketika kondisi masyarakat di Sekolahnya aman-aman saja.

Bahkan mungkin karena emosi beliau memuncak, hingga beliau pernah menyentuh fisik peserta didiknya. Namun itu sama sekali bukan niat kekerasan beliau, itu semata-mata hanya demi merubah sikap-sikap para siswanya agar jera dalam melakukan hal-hal yang buruk.

Terkesan galak oleh para didiknya, namun sebenarnya itu semua adalah salah besar. Beliau tidak galak, beliau hanya tegas. Beliau marah, karena beliau tak ingin peserta didiknya rendah moral. Beliau tegas bukan karena beliau marah, namun beliau sangat sayang kepada seluruh peserta didiknya.

Bahkan saat-saat menjelang ujian, beliaulah salah satu guru yang sangat berperan aktif dalam kesuskesan ujian yang berlangsung. Bisa dikatakan beliau adalah orang yang sangat berpengaruh penting di SMAN 7 Makassar setelah Kepala Sekolah. Semua guru yang ada di SMAN 7 Makassar juga sebenarnya berperan penting, dan Andi Mahyuddin Gani adalah salah satu diantaranya.

Tepat pada hari minggu, 17 November 2019 pukul 20.39 Wita, foto beliau dengan kabar duka beredar di Media sosial Whatsapp. Beberapa status dari alumni SMAN 7 Makassar yang mengabarkan bahwa beliau telah pulang ke Rumah terakhirnya.

Perasaan tak percaya. Hampir semua orang bertanya-tanya, ada apa? Sakit apa? Perasaan selama ini sehat-sehat saja? Apakah ada penyakit yang ia sembunyikan selama ini? Sungguh semua ini adalah takdir Allah SWT.

“Informasi yang ada, beliau baru saja pulang dari Bone. Kemudian beliau mengeluhkan sakit, lalu di bawa di RS Daya. Dan esoknya meninggal,” ucap Kartini, salah satu Guru di SMAN 7 Makassar.

Sungguh hal yang masih tak bisa dipungkiri. Saat melihat foto beliau terbaring dengan selimut dari ujung kaki hingga ujung kepala, tak terasa air mata berlinang membasahi sekitaran wajah.

Pesan beliau terakhir kali yang membuat saya menangis melihatnya terbaring seperti itu.

“Nak, nanti kalau sudah jadi Jurnalis, saya harus orang pertama yang kamu wawancarai,” ucap beliau saat terakhir kali saya bertemu dengannya.

Sayang dan sangat disayangkan. Keinginan beliau belum bisa terwujud, karena saya sendiri belum bisa menjadi jurnalis yang handal seperti yang beliau harapkan. Namun tidak memungkiri, tulisan ini kupersembahkan untuk beliau.

Selamat jalan guruku. Terima kasih atas ilmu yang telah engkau berikan kepada kami para peserta didikmu. Jasamu akan selalu terngiang dalam ingatan kami para didikanmu. Terima kasih Guruku🤗 Semoga Tenang di Alam surga😇🙏🏻

Untuk keluarga yang ditunggalkan semoga bisa mengikhlaskan beliau berpulang ke Rumah Allah SWT untuk beristirahat. Panjatkan doa semoga beliau ditempatkan di Sisi Allah SWT.

Berita Terkait
Komentar
Terkini