Terkini.id, Jakarta – Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati membela Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto terkait anggaran belanja alutsista yang nilainya cukup besar.
Hal itu disampaikan Sri Mulyani dalam acara bincang di live Instagram akun @smindrawati, Sabtu, 18 Juli 2020.
“Bagaimana dengan pak Prabowo, Menteri Pertahanan apakah penting untuk membuat alutsista kita kuat? Iya penting,” kata Sri Mulyani dalam acara tersebut, dikutip dari detikcom.
Menurutnya, setiap belanja kementerian dan lembaga (K/L) di Kabinet Indonesia Maju telah diperhitungkan secara matang untuk kemajuan Indonesia dan masyarakatnya.
Ia pun memastikan kendati pemerintah mengeluarkan anggaran untuk berbagai belanja negara, pihaknya tetap mengawasi pengeluaran tersebut agar tidak dikorupsi tetap berjalan.
- Buka Pelatihan Konseling Menyusui, Bupati Jeneponto Tegaskan Jangan Hanya Seremonial, Tapi Beri Manfaat Nyata
- Sukacita Panen di Desa Lise, Potret Sinergi Pemkab Sidrap dan Petani Kawal Swasembada Pangan
- Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
- Tersangka Bibit Nenas Sulsel Kembalikan Uang Rp3 Miliar ke Negara
- Deretan Top Scorer dan Best Player Warnai AAS Cup II 2026
“Jadi segala sesuatu belanja itu begitu banyak yang harus kita perhatikan yang kemudian kita harus prioritaskan dan tentu kita harus menjaga supaya tidak bocor, tidak dikorupsi, tepat sasaran, tepat kualitas. Itu semua peranan dari kementerian, para menteri, pemerintah daerah, penting banget,” ujarnya.
Apabila, kata Sri Mulyani, belanja lebih besar daripada penerimaan negara, maka peran utang sangat dibutuhkan. Namun, utang bukan sebuah kewajiban.
Selain itu, Sri Mulyani juga menekankan utang tak selamanya buruk seperti yang disangkakan pihak tertentu. Sebab utang bagian dari proses berkembangnya ekonomi Indonesia.
“Ada yang menganggap utang itu sebagai suatu yang haram, riba, ada yang benci saja sama utang,” ungkap Sri Mulyani.
“Ada yang dia tidak bisa menerima, seolah-olah utang itu sesuatu yang mengkhawatirkan, nah dalam hal ini saya ingin menyampaikan bahwa pertama, kalau sebagai Menteri Keuangan kita semuanya mencoba untuk mengelola keuangan negara, keuangan negara itu ada penerimaan, ada belanja dan ada pembiayaan termasuk investasi,” jelasnya.
Adapun jika pembiayaan dari utang untuk pembangunan infrastruktur yang produktif maka menurut pihaknya hal itu tidak menjadi persoalan.
“Kalau utang, utangnya untuk apa dulu, kalau untuk menbuat infrastruktur jadi baik supaya anak-anak kita bisa sekolah sehingga mereka tidak menjadi generasi yang hilang, mereka jadi generasi yang produktif ya tidak ada masalah,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
