Soal Aturan Toa Masjid, Jusuf Hamka Singgung Toleransi Nabi: Kita Bukan Umat Islam Saja, Non Muslim Juga Banyak!

Soal Aturan Toa Masjid, Jusuf Hamka Singgung Toleransi Nabi: Kita Bukan Umat Islam Saja, Non Muslim Juga Banyak!

FR
R
Fitrianna R
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta Jusuf Hamka buka suara menanggapi aturan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas soal aturan toa masjid.

Ia menyatakan dukungan terhadap aturan Menag tersebut dan menghubungkannya dengan toleransi.

Jusuf Hamka bahkan menyinggung soal Nabi Muhammad SAW, di mana ia mengatakan bahwa seorang Nabi saja bisa bertoleransi, lantas manusia kenapa tidak?

Ya, menurutnya, umat Islam harus mengedepankan toleransi dengan umat non Islam dalam hal penggunaan toa (pengeras suara) masjid.

Jusuf Hamka yang memeluk Islam di usia 23 tahun itu menilai jika umat Islam memakai toa tanpa toleransi kepada tetangga adalah hal yang salah karena menurutnya, Nabi Muhammad SAW mengajarkan toleransi kepada non Muslim.

Baca Juga

“Kalau kita sebagai umat manusia gak bisa toleransi, Nabi aja toleransi,” tegasnya, dikutip dari Suara, jaringan terkini.id, pada Sabtu, 19 Maret 2022.

Menurut Jusuf Hamka, umat Islam harus mengembangkan Islam yang sejuk, Islam yang rahmatan lil alamin, yang toleran.

Sebab, menurutnya, Islam itu bukan rahmatan lil muslimin, bukan rahmat buat orang Muslim, tapi rahmat buat alam semesta.

Untuk itu, ia meminta umat Islam mengambil hikmah dari aturan penertiban suara Toa masjid yang dikeluarkan Menteri Agama.

Selain itu, Jusuf Hamka juga mencontohkan apa yang ia lakukan di masjid miliknya mengenai penggunaan toa, di mana di sekeliling masjidnya, ada empat masjid lain sehingga ketika azan, suaranya sahut-sahutan, berbenturan.

“Saya bilang ke marbot saya, tolong kita ngalah, suara azan kita matiin, kita azan di dalam karena tetangga (masjid) sudah bunyi,” ceritanya menirukan.

“Di dalam speaker DBL, suaranya merdu. Toa yang di atas dimanfaatkan kalau salat jamaah keluar sampai pekarangan kita manfaatkan toa di luar.”

Selanjutnya, ia mencontohkan bagaimana saat bulan Ramadan, di mana sejumlah masjid sudah membangunkan orang sahur menggunakan toa masjid pada pukul 12 malam.

“Kasian orang-orang mau istirahat. Kita komunikasi bukan umat Islam aja, non Muslim juga banyak. Ada yang mengatakan kalau gak suka, pindah dari situ. Ini bukan cara-cara Islami,” pungkas Jusuf Hamka.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.