Bela Jokowi Soal Kenaikan Harga BBM, Jusuf Hamka: Bensin Naik Karena Ada Perang Rusia dan Ukraina!

Bela Jokowi Soal Kenaikan Harga BBM, Jusuf Hamka: Bensin Naik Karena Ada Perang Rusia dan Ukraina!

R
Mahipal
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, JakartaJusuf Hamka, orang kaya dengan tampilan sederhana itu bela Presiden Jokowi soal kenaikan harga BBM, menurutnya bensin naik karena ada perang Rusia dan Ukraina.

Mulanya Jusuf Hamka sampaikan pendapat, dirinya menjelaskan bahwa pemerintahan saat ini menurut Jusuf Hamka sudah sangat baik, menurutnya pemerintahan saat ini sudah sangat baik jadi kenapa tidak dibiarkan pemerintahan selesai sampai tahun 2024.

Dilansir oleh Terkini.id dari channel YouTube AH Podcast, pada Kamis, 14 April 2022. Dalam acara itu, Jusuf Hamka dijadikan narasumber oleh sang YouTuber itu, dan menjelaskan tatanan pemerintahan dari sisi dirinya sebagai pengusaha, yang mengatakan bahwa pemerintahan saat ini sangat baik.

“Saya juga gak ngerti, kenapa harus demo sih, terus bahwa agendanya katanya ingin menurunkan Presiden, ini yang di demo juga tidak membuat kesalahan, yang mendemo juga mngkin maaf saja, gak ngerti apa yang harus di demo, pemerintah sudah berjalan baik menurut saya biarkan saja pemerintahan selesai sampai tahun 2024,” bahas Jusuf Hamka.

Atta Halilintar mulai bertanya kepada Jusuf Hamka terkait 3 Periode, kenaikan harga bensin, kelangkaan minyak goreng.

Baca Juga

“Kalau bahasanya sekarang kan 3 periode terus ada kenaikan harga bensin, kelangkaan minyak goreng, nah kalau dia mengatasnamakan rakyat ada betulnya dong pak?” tanya Atta.

Jusuf Hamka menanggapi pertanyaan dan membenarkan pertanyaan dari youtuber tersebut, tapi disisi lain juga harus berpikir realistis nalarnya harus jalan, ini mungkin efek dari peperangan Rusia dan Ukraina, sehingga sekutu memboikot suplai dari Rusia.

“Betul, tapi kan juga harus realistis nalarnya juga harus jalan, harga bensin naik karena ada peperangan antara Rusia dan Ukraina, sehingga sumber minyak mentah dari Rusia itu tidak bisa keluar karena diboikot oleh negara sekutu,” ujar Jusuf Hamka.

“Sehingga suplai endimen itu suplaynya ngak ada harganya akan naik dan ini berpengaruh, kalau kita membiarkan pemerintah mensubsidi terus negara ini akan bangkrut, oleh sebab itu pemerintah juga bukannya tidak mensubsidi menaikkan harga, tetapi masih mensubsidi di pertalite,” jelas Jusuf Hamka.

Jusuf juga menjelaskan terkait kelangkaan minyak goreng ini jangan menyalahkan Jokowi, mungkin saja yang salah di bawahnya dalam mengatur, menganggap ekspor lebih menguntungkan.

“Kalau minyak goreng, banyak orang bicara kita menghasilkan minyak goreng terbesar, betul, jangan salahkan bapak presiden, mungkin ini ada yang salah dibawahnya yang mengatur, apakah karena ekspor lebih menguntungkan sehingga lupa terhadap kesejahteraan masyarakat, sehingga aparat-aparat yang di bawah pak Jokowi harusnya punya Nasionalisme, jangan mengejar ekspor tetapi melupakan konsumsi dalam negeri,” terangnya.

Jusuf hamka pun menerangkan bahwa sebaiknya seorang pemimpin entah menteri-menteri atau aparat-aparat dituntut supaya mempunyai irama yang sama dengan Jokowi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.