Terkini.id, Jakarta – Baru-baru ini, mantan Gubernur Kalimantan Tengah Agustin Teras Narang mengungkapkan pernyataan soal calon kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Hal tersebut disampaikan Agustin Teras Narang saat menjadi narasumber webinar Nasional bertema ‘Mencari Pemimpin Ideal Badan Otorita Ibu Kota Negara Nusantara’.
Menurut Agustin, kepala otorita IKN Nusantara hendaklah bukan yang hanya sekadar cerdas dan punya keberanian menjalankan proyek infrastruktur.
Namun, kata Teras Narang pemimpin IKN Nusantara harus memiliki kepekaan dan kemampuan dalam melihat potensi maupun kearifan lokal setempat.
Ia bahkan mengatakan kepekaan sangat penting agar masyarakat serta pemangku kepentingan lain di Pulau Borneo dapat digerakkan mendorong IKN di wilayah Kalimantan pada umumnya.
“Kenapa saya ingatkan begitu, karena berdasar Undang-Undang IKN yang telah disepakati dan disahkan DPR RI bersama DPD RI dan pemerintah pusat, keberadaan kepala Otorita IKN itu setingkat kementerian dan memiliki kewenangan khusus,” katanya. Dikutip dari Jpnn. Minggu, 13 Februari 2022.
Selain itu, adapun kewenangan khusus kepala Otorita IKN Nusantara berdasarkan UU, yakni pemberian perizinan investasi, kemudahan berusaha, insentif fiskal dan atau non-fiskal, serta pemberian fasilitas khusus kepada setiap orang yang mendukung pembiayaan untuk persiapan, pembangunan dan pemindahan IKN Nusantara.
Teras Narang juga mengatakan kepala Otorita IKN Nusantara bahkan memiliki kekhususan yang pertama dalam sejarah ketatanegaraan di Indonesia.
Sebab, kepala daerah dengan otoritas sekaligus setingkat kementerian, bahkan dipilih dan dilantik presiden setelah berkonsultasi dengan DPR RI.
“Untuk itulah kenapa saya mengingatkan kepala Otorita IKN sangat perlu memiliki kepekaan dan kemampuan yang tinggi dalam melihat potensi maupun kearifan lokal setempat,” kata Teras Narang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
