Terkini.id, Jakarta – Eko Kuntadhi, pegiat media sosial turut menanggapi soal Detasemen Kawal Khusus bentukan Menteri Pertahanan (Menhan), Prabowo Subianto.
Eko Kuntadhi menyindir bahwa Denwalsus itu fungsinya mirip dengan dayang-dayang.
“Danwalsus itu sama kayak dayang-dayang gitu deh. Fungsinya gak jauh beda,” cuit @eko_kuntadhi pada Selasa, 13 April 2021.
Seperti diketahui, Denwalsus ini disebut akan menjadi pengawal Menhan Prabowo dan tamu VVIP.
Namun, kejelasan terkait Denwalsus tersebut dipertanyakan beberapa pihak, salah satunya Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
- Prabowo Anggarkan Rp164,4 Triliun untuk Pangan, Pengusaha-Direktur CV Mattuju Sambut Positif
- Sama-sama Didukung Prabowo, Ini Keuntungan Gowa Jika Andalan Hati dan Hati Damai Terpilih
- Bocah SD dari Parepare Diundang Khusus Prabowo Berkat Video Kocaknya di Medsos
- Prabowo Subianto Dapat Ucapan Selamat dari PM Inggris
- Dampingi Airlangga Hartarto di Temu Relawan Prabowo-Gibran, Taufan Pawe Tegaskan Partai Golkar Jadi Penyanggah Kemenangan 02
Ketua Bidang Fungsional DPP PPP, Syafullah Tamliha meminta Prabowo menjelaskan secara langsung tugas pokok hingga anggaran Denwalsus ke Komisi I DPR RI.
Ia mengkhawatirkan bahwa fungsi Denwalsus akan tumpang tindih dengan Tentara Nasional Indonesia (TNI).
“Kami memang perlu penjelasan secara komprehensif dari Jenderal Prabowo Subianto di masa sidang mendatang. Penjelasan tersebut meliputi tugas pokok dan fungsinya, sumber anggarannya, dan menjaga agar tidak tumpang tindih dengan empat matra, yaitu Mabes TNI, Angkatan Darat, Angkatan Laut, dan Angkatan Udara,” kata Syafullah Tamliha, Senin, 12 April 2021, dilansir dari Detik News.
“Pengawalan terhadap Menteri Pertahanan sudah ada dari Mabes TNI dan dilakukan secara berlapis dari Unit Organisasi (UO) Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara. Pengawalan tersebut juga berlaku bagi tamu Menhan dari negara sahabat,” tambahnya.
Adapun sebelumnya, Juru bicara Menhan Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, sebetulnya sudah menjelaskan soal Denwalsus tersebut.
Dilansir dari Detik News, Dahnil menyebut bahwa sebelum era Menhan Prabowo pun, telah ada prajurit yang ditugaskan Markas Besar TNI dari tiga matra menjadi grup atau pasukan jajar kehormatan di Kementerian Pertahanan.
Tugas pasukan tersebut yakni melakukan upacara jajar kehormatan atau upacara militer penyambutan tamu-tamu VVIP Kementerian Pertahanan.
Di era Prabowo, hanya ada perbedaan mengenai kriteria pasukan ini.
“Bedanya memang sejak Pak Prabowo menjadi Menteri Pertahanan, beliau meminta kepada Mabes TNI, kemudian angkatan, agar menyediakan pasukan jajar kehormatan yang representatif dari personal TNI. Artinya, personel militer Indonesia. Artinya, mereka kelihatan gagah, kemudian secara fisik merepresentasikan prajurit-prajurit yang kuat dan sebagainya,” jelas Dahnil.
“Sehingga ketika upacara jajar kehormatan, para tamu-tamu melihat sosok-sosok militer Indonesia itu mumpuni dengan personel-personel yang bugar dan kemudian menarik sehingga kemudian Mabes TNI, angkatan, menyediakan personel-personel yang sesuai dengan permintaan Pak Prabowo tersebut sebagai Menteri Pertahanan,” tambahnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
