Terkini.id, Jakarta – Pakar Hukum Tata Negara, Refly Harun menanggapi soal kabar yang menuding putra sulung Presiden Joko Widodo (Jokowi) Gibran Rakabuming terlibat korupsi bantuan sosial (Bansos) Covid-19.
Lewat videonya di kanal Youtube, Selasa 22 Desember 2020, Refly Harun mengatakan bahwa pada prinsipnya siapapun yang terlibat dalam korupsi bansos tersebut harus bertanggung jawab.
Menurutnya, dana hasil korupsi bansos itu tidak hanya mengalir kepada Menteri Sosial (Mensos) Juliari P Batubara, melainkan juga mengalir ke sejumlah elit-elit politik lainnya.
“Prinsipnya adalah siapapun yang salah, siapapun yang terlibat memakan dana bansos ini dia harus bertanggung jawab. Apalagi, dana yang dikorupsi itu luar biasa besarnya. Tidak hanya mengalir ke Juliari Batubara tetapi juga mengalir ke elit-elit politik lainnya,” ujar Refly Harun dalam tayangan videonya berjudul “WADAW! ANAK PAK LURAH DIMINTA SERAHKAN DIRI KE KPK!” itu.
Ia pun berharap dalam kasus tersebut pihak penegak hukum tidak tebang pilih atau pun hanya sibuk mengurusi kasus-kasus yang menurutnya sepele.
- Perkuat Ekowisata, Poltekpar Makassar Latih Warga Kelola Destinasi
- Koko Cici Sulsel 2026 Masuki Tahap Akhir, Talent Show dan Grand Final Siap Digelar
- Pegadaian Peduli Salurkan Bantuan untuk Pembangunan Masjid di Jeneponto
- Dukung Kenyamanan Berkomunikasi Jemaah Haji, Telkomsel Buka Paket RoaMAX Kuota Hingga 42GB
- Gelombang Mutasi ASN di Palopo Memicu Protes, Pemkot Mangkir dari RDP DPR
“Jangan sampai hukum tebang pilih, hanya sibuk mengurusi hal-hal yang remeh-remeh, ujaran kebencian, penghinaan dan lain sebagainya,” kata Refly.
Refly Harun dalam videonya itu, juga mengaku khawatir jangan sampai orang-orang baik malah dipenjara sementara oknum yang melakukan tindak pidana korupsi malah melanggeng bebas karena kekuasaan.
“Orang-orang baik dipenjara, orang-orang yang katakanlah tidak bersalah menghuni tahanan, orang-orang yang kritis semua reuni dipenjara, tetapi orang-orang jahat melakukan tindak pidana korupsi melenggang karena mereka berkuasa. Mudah-mudahan tidak terjadi hal demikian,” harapnya.
Dalam unggahan videonya tersebut, Refly juga menilai bahwa salah satu akar dari korupsi di Indonesia yakni politik yang melibatkan kekuasaan.
“Salah satu akar korupsi yaitu politik, political corruption, yang biasa melibatkan kekuatan dan kekuasaan yang saat ini sedang berkuasa,” tuturnya.
Di akhir videonya, Refly Harun meminta masyarakat untuk mendorong KPK agar lebih berani menindak siapapun yang terlibat kasus korupsi dana bansos Covid-19 itu.
“Kita harus mendorong KPK untuk lebih berani melakukan effort yang lebih dahsyat untuk memproses siapapun yang terlibat, termasuk misalnya itu putra Presiden sekalipun dan siapa saja yang terlibat,” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
