Terkini.id, Soppeng – Ahli Patologi Fakultas Kedokteran Hewan Institut Pertanian Bogor (IPB), Prof Agus Setiono menyebutkan virus corona juga ditemukan di kelelawar yang hidup di Indonesia, salah satunya di Kabupaten Soppeng.
Menanggapi pernyataan tersebut, Anggota DPR RI Komisi III Supriansa mempertanyakan siapa peneliti (dokter hewan) yang pernah ke Soppeng untuk melakukan penelitian kalelawar di Soppeng.
“Jika pernah ada yang meneliti di Soppeng, maka saya menghargai penelitan itu, dan kita butuh kejelasan siapa peneliti yang pernah datang ke Soppeng untuk meneliti kalelawar Soppeng dan apa hasilnya, karena sampai hari ini tidak ada masyarakat Soppeng terjangkit virus tersebut,” ujar mantan Wakil Bupati Soppeng ini.
Pihaknya juga meminta Dinas Kesehatan Soppeng agar menggandeng dokter-dokter hewan untuk meneliti kelelawar (kalong) di Soppeng.
Dia menambahkan bahwa kalelawar Soppeng sudah hidup dengan masyarkat hingga berpuluh tahun sampai ratusan tahun. Malah, kata dia, ada sebagian masyarakat yang mengkonsumsi hati kalelawar untuk dijadikan obat.
- Warga China Pilih Lawan Cuaca Dingin dan Lonjakan Covid-19
- Terawan Sebut Pengguna Vaksin Nusantara Tidak Perlu Booster, Netizen: Lawannya Politik Susah Pak
- Omicron BA 4 dan BA 5 Beredar di Indonesia, Kemenkes: Mungkin Pertengahan Juli
- Jelang G20, Airlangga Singgung Kesiapan Pendanaan Global Agar Pandemi Tak Terulang
- Meski Covid-19 Terkendali, Airlangga Ungkap PPKM Tetap Diperpanjang Usai Lebaran
“Ini harus jelas agar tidak membuat panik masyarakat Soppeng. Jika betul seperti itu, saya harap masyakarat Soppeng berhati-hati dengan isu tersebut,” ujarnya.
Supriansah berharap agar masyarakat Soppeng tidak perlu panik dengan isu-isu yang beredar.
“Karena kalelawar Soppeng sudah hidup dengan masyarakat Soppeng beratus-ratus tahun lalu,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
