Soal Jokowi Tiga Periode, Pengamat: Kelompok Pendukung Berusaha Ubah UUD

Soal Jokowi Tiga Periode, Pengamat: Kelompok Pendukung Berusaha Ubah UUD

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Pengamat Komunikasi Politik Universitas Andalas, Najmuddin Rasul melihat adanya agenda terselubung di balik wacana masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi tiga periode.

Najmuddin menilai, agenda terselubung tersebut taj lepas dari politik dan ekonomi. Ia pun menduga, usulan yang meminta Jokowi menjabat tiga periode itu bukan datang dari diri Jokowi sendiri melainkan ada kelompok tertentu.

Kelompok yang mendukung usulan itu, kata Najmuddin, mencoba meraup untung besar selama kepemimpinan Jokowi.

Menurut Najmuddin, kelompok tersebut berusaha mengubah Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 dan UU Politik.

“Dan, kelompok pendukung tiga periode ini berusaha mengubah UUD 1945 dan Undang-Undang Politik,” ungkap Najmuddin, Sabtu 13 Maret 2021 seperti dikutip dari Republika.co.id.

Baca Juga

Maka dari itu, menurut Najmuddin, parlemen harus mampu berikan alasan konkret dalam wacana presiden tiga periode ini.

“Yakni, alasan konstitusi, alasan hukum, sampai alasan politik,” tuturnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Arief Poyuno mengusulkan wacana agar Presiden Jokowi bisa menjabat tiga periode.

Arief juga mengusulkan agar amendemen UUD 1945 mengubah masa jabatan presiden menjadi 3 periode dengan alasan agar Jokowi dan SBY kembali bisa mencalonkan diri di Pilpres 2024 mendatang.

Hal itu disampaikan Arief Puyono lewat cuitannya di Twitter, seperti dilihat pada Sabtu 13 Maret 2021.

“Amendemen UUD 1945 untuk masa jabatan presiden menjadi tiga periode bagi presiden yang sudah terpilih dua kali. Agar Jokowi dan SBY bisa kembali mencalonkan lagi di Pilpres 2024,” ujar Arief Puyono.

Dalam cuitannya itu, ia juga membagikan sebuah videonya dari Youtube dimana dirinya menjelaskan mengapa menginginkan masa jabatan presiden menjadi tiga periode.

“Pak Jokowi harus diberikan kesempatan lagi untuk maju yang ketiga kalinya dan harus kita ubah konstitusinya, karena 10 tahun itu saya pikir enggak cukup bagi dia membangun Indonesia,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.