Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar mengomentari soal kabar yang beredar yang menyebutkan di dalam vaksin Covid-19 terdapat chip.
Lewat cuitannya di Twitter, Kamis 21 Januari 2021, Denny Siregar mengaku lucu mendengar kabar terkait adanya chip di dalam vaksin Covid-19 yang dapat mengontrol otak.
“Asli gua ngakak baca status orang yang khawatir kalo dalam vaksin itu ada CHIP yang akan mengontrol semua gerak kita,” cuit Denny Siregar.
Ia mengaku lucu mendengar kabar itu lantaran menurutnya chip bukanlah benda cair yang bisa masuk ke otak.
“Lha, dia pikir chip itu benda cair apa? Minum kencing onta itu ternyata bisa mengerutkan otak,” tuturnya.
- Siap-siap! Polresta Beri Sinyal Tetapkan Tersangka Baru Kasus Pungli Perizinan di Pemkab Gowa
- BOD Safety Walkdown Perkuat Budaya Keselamatan, PLN UID Sulselrabar Resmikan HSSE Control Center
- Mahasiswa KKN Unhas Dampingi 15 UMKM Miliki Identitas Digital melalui Google Maps di Desa Bontomanai
- Pemkab Bulukumba Dukung Aspirasi Pemanfaatan Lahan Eks HGU Lonsum untuk Kepentingan Masyarakat
- 10 Ribu Muslimah Ramaikan Salam Indonesia di Makassar, Wali Kota Soroti Pentingnya Ketahanan Keluarga dan Ekonomi
Sebelumnya, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir telah membantah kabar yang menyebutkan adanya chip di dalam vaksin Covid-19.
Mengutip Kompas.com, Erick menjelaskan penggunaan barcode pada kemasan vaksin tersebut hanya untuk mempermudah sistem distribusinya saja.
“Jadi bukan vaksinnya ada chip, lalu dimasukan ke badan kita. Tapi ini barcode, di botol vaksinnya, ketika masuk ke dalam kotak vaksin, kotak vialnya, itu sudah jelas bahwa vaksin ini ada vial sekian. Jadi kalau di dalam kotak itu ada 10 botol, diambil satu langsung ketahuan,” kata Erick Thohir.
Menurutnya, dengan adanya barcode tersebut jalur pendistribusian vaksin akan terpantau secara real time.
“Nah truk ini juga terlihat, bahwa dari Bandung ke Aceh melalui apa, itu kelihatan jalannya, karena sekarang teknologi HP sekarang ini GPS sudah ada. Jadi kita tahu berapa jam ke sana dan thermometernya terukur, ketika sampai Aceh, ketika sampai Sumbar, Jabar yaitu di temperatur 3-5,” ungkapnya.
Setelah sampai ke kota tujuan, kata Erick, vaksin itu juga akan tetap bisa terpantau. Hal ini dilakukan untuk mencegah adanya kecurangan dalam pemberian vaksin.
“Setelah dibuka itu juga terdeteksi, itu sudah diambil, karena tugas kami sampai ke gubernuran. Sampai gubernur itu lah kemarin kenapa kita meminta dengan hormat pimpinan daerah menjaga 2-8 (derajat),” ujarnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
