Terkini.id, Washington – Soal kebangkitan Taliban di Afghanistan, Trump: ini kesalahan Biden! Terkait mengganasnya serangan milisi dan gerilyawan Taliban di Afghanistan, khususnya pasca militer Amerika Serikat (AS) dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) angkat kaki dari sana, Mantan Presiden AS Donald Trump, menyalahkan keputusan penerusnya, Presiden Joe Biden.
Trump bilang, kebangkitan Taliban di Afghanistan itu lantaran kesalahan Biden. Pasalnya, Trump melihat penarikan tentara AS dari Afghanistan yang telah dilakukan Biden sejak Mei 2021 lalu akan ‘jauh berbeda dan lebih sukses’ jika dirinya masih menjadi presiden.
“Jika saat ini saya masih jadi presiden, dunia akan melihat penarikan pasukan AS dari Afghanistan akan menjadi langkah yang dilakukan berdasarkan kondisi (kondusif),” kata Trump melalui sebuah pernyataan pada Kamis 12 Agustus 2021.
“Ini akan menjadi penarikan pasukan yang jauh berbeda dan jauh lebih berhasil. Taliban memahami ini lebih baik dari siapapun,” imbuhnya.
Trump mengklaim pernah berdiskusi secara langsung dengan para pemimpin Taliban. Ia mengatakan, para pemimpin Taliban mengerti apa yang mereka lakukan sekarang tidak akan dapat diterima.
- Jusuf Kalla Yakin Anies Bisa Menang seperti Donald Trump, Begini Peluangnya Menurut Pengamat
- Rumah Donald Trump Digeledah FBI: Mereka Bobol Brankas Saya!
- Rumahnya Digerebek FBI, Donald Trump: Bahkan Membobol Brankas Saya!
- Sejumlah Agen FBI Menggerebek Rumah Donald Trump di Palm Beach, Florida
- Rumah Donald Trump Digerebek FBI: Mereka Bahkan Membobol Brangkas Saya
Seperti dilansir dari AFP via CNNIndonesia, Jumat 13 Agustus 2021, di bawah kepemimpinan Trump, AS memang menengahi kesepakatan damai antara Afghanistan dan Taliban di Doha pada 2020.
Dalam kesepakatan itu, AS sepakat menarik semua pasukannya per Mei 2021 dengan imbalan jaminan keamanan dari milisi Taliban.
Taliban juga berjanji berdialog damai dengan pemerintah Afghanistan dan tidak melakukan penyerangan. Taliban juga dituntut tidak mendukung kelompok-kelompok seperti Al-Qaidah.
Sejak perjanjian itu disepakati, Trump secara tajam memangkas jumlah pasukan AS di Afghanistan. Pengurangan pasukan AS terus berlanjut terutama setelah Trump kalah Pemilu pada November 2020 lalu.
Saat Biden mengambil alih jabatan presiden AS pada Januari 2021 lalu, ia menunda batas waktu penarikan pasukan AS. Biden kala itu menunda penarikan pasukan guna peninjauan kebijakan lebih lanjut.
Barulah pada April 2021 lalu, Biden menyatakan rencana penarikan pasukan AS di Afghanistan tetap berlanjut dengan menetapkan tenggat waktu hingga 31 Agustus 2021.
Seperti diketahui, sejak pasukan AS dan Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai ditarik perlahan dari Afghanistan pada Mei 2021 lalu, Taliban kembali melakukan penyerangan dan berusaha menduduki kota-kota besar di negara itu.
Hingga kini, Taliban telah menguasai 10 ibu kota provinsi di Afghanistan. Pemerintahan Presiden Ashraf Ghani secara efektif kehilangan daerah kekuasaan di sebagian besar daerah utara dan barat Afghanistan.
Beberapa pejabat AS khawatir Taliban mampu mengambil alih Ibu Kota Kabul dalam waktu 90 hari, ketika pasukan asing telah benar-benar keluar dari Afghanistan per akhir Agustus 2021 mendatang.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
