Terkini.id, Makassar – Kekeringan yang melanda Kota Makassar semakin meresahkan. Terdata bahwa 8 kecamatan kini merasakan dampaknya, meningkat dari 5 kecamatan yang sebelumnya dilaporkan.
Di tengah kesulitan distribusi air bersih, warga Makassar menuntut solusi dari pemerintah.
Kendari sumber air baku dari PDAM masih ada di sejumlah titik, namun ketersediaannya bagi warga tetap menjadi tantangan.
“Distribusi air bersih menjadi permasalahan krusial di tengah kondisi saat ini,” kata Kepala BPBD Kota Makassar, Henra Hakamuddin, Rabu, 20 September 2023.
Masyarakat sempat menaruh harapan pada Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) sebagai salah satu solusi.
- Produksi Pangan Terancam Kekeringan, Kementan Optimalkan Sarana Air
- Waspada! Anak-anak Kelahiran 2020 Akan RasakanDampak Perubahan Iklim, Suhu Panas 7 Kali Lipat
- Sejumlah Wilayah di Jeneponto Alami Kekeringan, BPBD Salurkan Air Bersih
- Potret Kekeringan di India dengan Suhu 50 Derajat Celsius, Orang Indonesia Bisa Mati Kepanasan
Namun, teknologi ini, yang pada musim hujan lalu berhasil menahan hujan, tampaknya belum dapat diandalkan untuk saat ini.
“Kondisi di Makassar kini, terutama dengan pengaruh El Nino, membuat kelembaban udara sangat rendah. Awan yang seharusnya membantu proses TMC belum terbentuk,” ungkapnya.
Meski demikian, harapan masih ada. Dengan mendekatnya musim penghujan, kemungkinan penerapan TMC menjadi lebih besar.
“Beberapa daerah telah merasakan guyuran hujan, meskipun belum dengan intensitas tinggi. Ini bisa menjadi tanda positif untuk TMC ke depannya,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
