Soal Lahan SDI Kampung Parang di Bonsel Wakil Bupati Gowa Harap Diselesaikan

Rapat koordinasi
Wakil Bupati Gowa pimpin rapat terkait lahan Sekolah di Bonsel

Terkini.id, Gowa – Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Mallaganni memimpin rapat penyelesaian lahan Sekolah Dasar Inpres (SDI) Kampung Parang, Desa Tindang, Kecamatan Bontonompo Selatan di Ruang Rapat Wakil Bupati Gowa, Jumat kemarin.

Abd Rauf Malaganni didampingi Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Perkimtan) Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin dan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Gowa, Dr. Salam.

Sebelumnya, Nurbia salah seorang pihak keluarga mengklaim tanah seluas 36 are yang saat ini berdiri bangunan sekolah adalah milik keluarganya. Bangunan sekolah tersebut dibangun pada tahun 1977.

Pada rapat ini, Nurbia berharap kepada pemerintah agar lokasinya yang saat ini dibangun sekolah mendapatkan ganti rugi. “Kalau saya pak, maunya diganti rugi, Rp.100.000 permeter,” kata Nurbia.

Menanggapi hal tersebut, H Abd Rauf dalam rapat ini berharap penyelesaian lahan seluas 36 are yang saat ini berdiri bangunan sekolah diselesaikan dengan baik tanpa merugikan masyarakat ataupun pemerintah.

“Saya berharap penyelesaian ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan, musyawarah dan mufakat. Karena itulah yang paling baik yang harus kita lakukan di Indonesia,” katanya.

Ia juga berharap kedepan semua tanah yang saat ini dididirikan fasilitas umum ataupun tempat-tempat pemerintah agar disertifikatkan khususnya di wilayah Kecamatan Bontonompo Selatan.

“Saya berharap camat, korwil, kepala desa agar semua tanah-tanah yang ada sekolah, masjid, lapangan segera disertifikatkan sehingga tidak ada lagi permaslahan-permasalahan yang tidak kita inginkan,” ujarnya.

Sementara untuk harga tanah, H Abd Rauf Mallaganni mengungkapkan Pemerintah Kabupaten Gowa tidak bisa menetapkan harga. Menurutnya, jika harus diganti rugi maka akan ditinjau terlebih dahulu oleh tim apresial untuk menentukan harganya.

“Kalaupun pemerintah harus membayar maka tentu Kadis Pedidikan akan menurunkan tim apresial untuk meninjau lokasi untuk menentukan harga, yang jelas ganti rugi atau ganti untung tidak merugikan pemilik dan pemilik juga tidak mengajukan harga. Harga nantinya akan ditentukan oleh tim apresial,” harapnya.

Sementara dari penjelasan Sekretaris Camat Bontonompo Selatan, Haluddin bahwa pemerintah kecamatan sebelumnya pernah melakukan pertemuan dengan pihak keluarga pemilik lahan. Pihak pemerintah mengusulkan dua saran yakni pertama mengangkat pihak keluarga pemilik tanah menjadi pengajar di sekolah sebagai honor dan kedua mengembalikan lahan kosong yang luasnya sekitar 26 are dari 36 are yang tidak didirikan gedung sekolah.

“Hanya saja saat itu belum ada kesepakatan antara pemerintah kecamatan dan pihak keluarga pemilik lahan. Waktu itu kita sepakat kecuali keluarga beliau,” kata Haluddin.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Perkimtan Kabupaten Gowa, Abdullah Sirajuddin menambahkan pengajuan pemberian ganti rugi membutuhkan waktu yang cukup lama. Sehingga ia berharap proses belajar mengajar di SDI Kampung Parang tetap berjalan.

“Kita berharap proses belajar mengajar tetap berlangsung. Pihak keluarga untuk tidak mengganggu proses belajar mengajar, karena proses ini cukup lama,” tambahnya.

Komentar

Rekomendasi

Pemkab Gowa Distribusi Sembako untuk Warganya yang OPD, PDP dan Positif Corona

Cegah Penyebaran Corona, Mobil Water Canon Polres Bulukumba Beraksi di Jalan

Satu Warga Gowa Berstatus PDP Meninggal, Jumlah Kasus Positif Bertambah

Pemda ini Alihkan Anggaran Rapat dan Perjalanan Dinas untuk Penanganan Corona

UPDATE: Pasien Positif Covid-19 di Gowa Bertambah Jadi 6 Orang

PDP Asal Gowa Meninggal Dunia, Pemakaman Sempat Ditolak Warga

Bupati Gowa Ungkap Alasan Tak Lakukan Lockdown Cegah Penyebaran Corona

Ini Penjelasan RSUD Syekh Yusuf Soal Peserta Ijtima JT yang Meninggal

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar