Terkini.id, Jakarta – Pengamat politik, Rocky Gerung menilai terdapat misteri dalam peristiwa penembakan 6 laskar Front Pembela Islam (FPI) oleh aparat kepolisian.
Pasalnya, kata Rocky Gerung, peristiwa tersebut memunculkan beragam spekulasi dari berbagai pihak.
Lewat videonya yang tayang di kanal Youtube Rocky Gerung Official, Selasa 8 Desember 2020, Rocky mengatakan sejumlah pihak itu memiliki versi yang berbeda terkait kronologi insiden tersebut.
Oleh karenanya, ia pun mengungkapkan bahwa kasus itu membutuhkan sosok seperti detektif dalam film fiksi yakni Sherlock Holmes.
Menurutnya, jika kasus tersebut memiliki misteri di baliknya, maka dibutuhkan Sherlock Holmes untuk membongkar sejumlah asumsi yang beredar terkait peristiwa itu.
- Ketua BK DPRD Jeneponto Laporkan Dugaan Pencemaran Nama Baik ke Polres Jeneponto, Terlapor Membantah
- DPRD Sulsel Setujui MYP Tahap Dua Rp5 Triliun, Infrastruktur Jadi Prioritas
- Bupati Jeneponto Buka Kegiatan PKM Berbasis Roadmap PPG UIN Alauddin Makassar
- Dinkes Jeneponto Gelar Aksi Bergizi di MTsN 1 Jeneponto, Libatkan Ratusan Siswa
- Akhir Agustus 2026 Makin Dekat, Promo Honda Merdeka Asmo Sulsel Segera Berakhir
“Kalau dia misteri, kita harus bongkar asumsi-asumsi dari misteri itu. Mungkin kita perlu Sherlock Holmes,” ujar Rocky Gerung.
Rocky pun menilai bahwa sebenarnya ada logika sederhana dalam kasus itu yang mungkin juga sama seperti yang kerap dipikirkan Sherlock Holmes dalam beragam cerita detektif tersebut.
“Sherlock Holmes selalu punya kemampuan untuk membongkar misteri hanya dengan logika yang sederhana,” ujarnya.
Sebelumnya, Ketua Umum DPP FPI Ahmad Shabri Lubis mengatakan bahwa keenam laskar mereka dalam peristiwa tersebut hilang diculik.
“Serta penculikan terhadap enam orang laskar pengawal Imam Besar. Peristiwa terjadi di dekat pintu Tol Kerawang Timur,” kata Shabri, Senin 7 Desember 2020 seperti dikutip dari Viva.co.id.
Ia pun menjelaskan kronologi penculikan tersebut. Awalnya, kata Shabri, Rizieq Shihab dan keluarganya, termasuk cucu yang masih balita, akan menuju tempat acara pengajian pada Senin 7 Desember 2020, subuh dini hari tadi.
Namun, dalam perjalanan menuju lokasi pengajian itu, rombongan keluarga Rizieq Shihab dihadang oleh preman orang tak dikenal (OTK).
Pihaknya menduga preman OTK tersebut merupakan bagian dari operasi penguntitan pihak yang ingin mencelakakan Rizieq.
“Sekali lagi ini pengajian subuh internal khusus keluarga inti. Dalam perjalanan menuju lokasi pengajian Subuh keluarga tersebut, rombongan dihadang oleh preman OTK,” ujar Shabri.
Lanjut Shabri, para preman OTK yang bertugas operasi tersebut menghadang dan mengeluarkan tembakan kepada laskar FPI pengawal keluarga Habib Rizieq.
Shabri mengungkapkan, hingga saat ini sebanyak 6 orang laskar FPI pengawal keluarga Rizieq Shihab tersebut masih hilang diculik oleh para preman OTK itu.
“Hingga saat ini para pengadang berhasil melakukan penembakan dan satu mobil berisi enam orang laskar masih hilang diculik oleh para preman OTK bertugas operasi,” ujarnya.
Pernyataan Ketua DPP FPI Shabri Lubis tersebut berbeda halnya dengan yang disampaikan pihak aparat kepolisian.
Pasalnya, polisi mengungkapkan bahwa 6 orang pengikut Rizieq Shihab tersebut bukan diculik melainkan tewas ditembak petugas lantaran menyerang aparat berwajib.
Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran menjelaskan, pihak kepolisian telah menembak enam orang simpatisan Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab tersebut hingga tewas.
Insiden itu, kata Fadli, terjadi di Kawasan Cikampek, Senin 7 Desember 2020. Enam orang itu ditembak karena menyerang petugas.
“Tadi pagi sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Tol Jakarta Cikampek, KM 50 telah terjadi penyerangan terhadap anggota Polri yang sedang melaksanakan tugas penyelidikan terkait rencana pemeriksaan Rizieq Shihab yang dijadwalkan berlangsung hari ini jam 10. 00 WIB,” kata Fadli, Senin 7 Desember 2020 seperti dikutip dari Cnnindonesia.com.
Fadil menyampaikan, massa yang menyerang petugas adalah massa yang dikerahkan untuk mengawal pemeriksaan Rizieq Shihab. Massa berada dalam sebuah kendaraan.
“Ketika anggota mengikuti kendaran yang diduga adalah pengikut Rizieq petugas dipepet kemudian diserang menggunakan senjata api,” terang Fadil.
“Anggota yang terancam keselamatan jiwanya karena diserang kemudian melakukan tindakan tegas terukur terhadap kelompok yang iduga pengikut MRS. Meninggal dunia sebanyak 6 orang,” ujarnya lagi.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
