“Saya tidak tahu dari mana asalnya, yang jelas pemerintah tidak pernah menyebutkan soal nama,” tegas Rumadi.
Rumadi Ahmad lantas menyampaikan bahwa saat ini yang terpenting adalah bagaiamana masyarakat lebih hati-hati dalam mengundang penceramah.
Ia mengatakan bahwa saat ini bukan zamannya untuk memperdebatkan soal ciri atau nama-nama penceramah radikal.
“Apa yang disampaikan Presiden adalah pesan untuk semua kelompoka gar lebih hati-hati dalam mengundang penceramah. Bukan memperdebatkan soal ciri atau nama,” pungkasnya.
“Saya tidak tahu dari mana asalnya, yang jelas pemerintah tidak pernah menyebutkan soal nama,” tegas Rumadi.
- Ustadz Firanda Ditolak NU Wajo, DPRD Sulsel: Seharusnya Disambut dengan Suka Cita!
- Anwar Abbas: Kalau Ada Orang-Orang Tertentu, Selain Penceramah yang Mengajarkan Anti Pancasila, Radikal Tidak?
- Disebut Penceramah Paling Radikal, Sekolah Milik Ismail Yusanto Dibongkar Netizen: Dia Gembong HTI
- Lagi-Lagi Buat Geger! UAS Sebut Nabi Ancam Bakar Rumah Laki-laki yang Tak Shalat ke Masjid
- Namanya Masuk Daftar Penceramah Radikal, UAS: Solusi Penyelesaian Umat ini Hanya 1 'Khilafah'
Rumadi Ahmad lantas menyampaikan bahwa saat ini yang terpenting adalah bagaiamana masyarakat lebih hati-hati dalam mengundang penceramah.
Ia mengatakan bahwa saat ini bukan zamannya untuk memperdebatkan soal ciri atau nama-nama penceramah radikal.
“Apa yang disampaikan Presiden adalah pesan untuk semua kelompoka gar lebih hati-hati dalam mengundang penceramah. Bukan memperdebatkan soal ciri atau nama,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
