Soal Pengusiran UAS, Cholil Nafis: Prilaku Ini Harus Diprotes!

Terkini.id, Jakarta – Terkait kasus pengusiran Ustadz Abdul Somad di Singapore,  Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis  turut buka suara.

Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Cholil Nafis melalui sebuah cuitan di akun media sosial twitter miliknya.

Namun, sebelumnya diketahui pemerintah Singapore yang melarang UAS masuk ke Singapore lantaran dianggap ekstremis.

Baca Juga: Abu Bakar Ba’asyir Kini Akui Pancasila, Ini Kata Cholil Nafis

Lantas Cholil Nafis mengharapkan agar Pemerintah Singapore tidak berburuk sangka kepada warga negara tetangganya. Ia juga mengusulkan agar tindakan pemerintah Singapura diprotes.

“Singapore jangan berburuk sangka kpd warga negara tetangganya. Prilaku ini Harus diprotes,” ujar Cholil Nafis pada akun Twitter @cholilnafis.

Baca Juga: Soal Pernyataan Ma’ruf Amin, Anwar Abbas: MUI Harus Ingatkan Umat...

Cholil Nafis pun mengaku dirinya pernah mendapatkan perlakuan tak menyenangkan juga. Ia mengatakan dirinya harus diinterogasi saat masuk ke Singapura dari Malaysia naik kereta.

Ia mengatakan alasan dirinya diinterogasi, lantaran nama di paspornya menggunakan nama awalan Muhammad. 

“Saya pernah thn 2007 dari Malaysia naik kereta ke Singapore diintrogasi 2 jam lebih di imigrasi krn nama saya di paspor awalan Muhammad,” tulis Cholil Nafis.

Baca Juga: Soal Pernyataan Ma’ruf Amin, Anwar Abbas: MUI Harus Ingatkan Umat...

Sementara itu, dalam cuitan tersebut beberapa netizen bahkan turut buka suara.

“Negara kecil yg sombong dn pongah ini kelakuannya mirip Israel, kepongahan mereka ada saatnya akan terbatas, untuk saat ini tentu saja kita tdk bisa berharap banyak krn rezim yg berkuasa tdk dalam posisi membela org seperti UAS tapi sutau saat pasti akan dibalaskan penghinaan ini,” tulis @El_***.

“Singpura mmg luar biasa islamophobia, sy jg pernah ditahan 3 jam di tempat yg sama gara-gara nama awal Muhammad tahun 1997 yg lalu, tdk diizinkan masuk,” tutur @Srt***.

Bagikan