Terkini.id, Jakarta – Terkait kasus pengusiran Ustadz Abdul Somad di Singapore, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis turut buka suara.
Hal tersebut disampaikan Ketua MUI Cholil Nafis melalui sebuah cuitan di akun media sosial twitter miliknya.
Namun, sebelumnya diketahui pemerintah Singapore yang melarang UAS masuk ke Singapore lantaran dianggap ekstremis.
Lantas Cholil Nafis mengharapkan agar Pemerintah Singapore tidak berburuk sangka kepada warga negara tetangganya. Ia juga mengusulkan agar tindakan pemerintah Singapura diprotes.
“Singapore jangan berburuk sangka kpd warga negara tetangganya. Prilaku ini Harus diprotes,” ujar Cholil Nafis pada akun Twitter @cholilnafis.
- Seruan UAS Jelang Pemilu 2024: Kalau Ada Money Politic Ambil Uangnya, Jangan Coblos Orangnya
- Ustadz Abdul Somad Minta Pimpinan Ponpes Al Zaytun Ditangkap
- Dituduh Dukung Bom Bunuh Diri, UAS Bilang Begini
- RMS Gelar Tabligh Akbar di Sidrap, Hadiri Ustadz Somad
- UAS Ungkap Amalan Terhindar dari Pelet: Dibaca Pagi dan Malam Sebelum Tidur
Cholil Nafis pun mengaku dirinya pernah mendapatkan perlakuan tak menyenangkan juga. Ia mengatakan dirinya harus diinterogasi saat masuk ke Singapura dari Malaysia naik kereta.
Ia mengatakan alasan dirinya diinterogasi, lantaran nama di paspornya menggunakan nama awalan Muhammad.
“Saya pernah thn 2007 dari Malaysia naik kereta ke Singapore diintrogasi 2 jam lebih di imigrasi krn nama saya di paspor awalan Muhammad,” tulis Cholil Nafis.
Sementara itu, dalam cuitan tersebut beberapa netizen bahkan turut buka suara.
“Negara kecil yg sombong dn pongah ini kelakuannya mirip Israel, kepongahan mereka ada saatnya akan terbatas, untuk saat ini tentu saja kita tdk bisa berharap banyak krn rezim yg berkuasa tdk dalam posisi membela org seperti UAS tapi sutau saat pasti akan dibalaskan penghinaan ini,” tulis @El_***.
“Singpura mmg luar biasa islamophobia, sy jg pernah ditahan 3 jam di tempat yg sama gara-gara nama awal Muhammad tahun 1997 yg lalu, tdk diizinkan masuk,” tutur @Srt***.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
