Pendiri PAN Sebut Pendukung UAS Adalah Kelompok Militan yang Selalu Mengatasnamakan Umat Islam

Terkini.id, Jakarta – Abdillah Toha selaku Tokoh Pendiri Partai Amanat Nasional (PAN) memberikan pernyataannya mengenai para pendukung Ustadz Abdul Somad (UAS)  yang melakukan unjuk rasa di depan gedung kedutaan besar Singapura.

Dilansir dari hops.id, Sabtu 21 Mei 2022, Abdillah Toha mengaku merasa heran terhadap para pendukung UAS yang demo dengan membawa nama umat Islam di depan masyarakat.

Seharusnya para pendukung UAS tersebut tidak menggunakan Islam ketika membela tokoh pujaan mereka.

Baca Juga: Erick Thohir Kandidat Bakal Capres yang Potensial, Cocok Untuk Kaum...

Abdillah Toha juga menyebut pendukung UAS seperti kelompok militan yang selalu mengatasnamakan umat Islam.

“Kelompok militan jenis ini selalu mengatasnamakan umat Islam,” tulis Abdillah Toha dalam Twitternya (@AT_AbdillahToha), dikutip dari hops.id, Sabtu, 21 Mei 2022.

Baca Juga: Erick Thohir Kandidat Bakal Capres yang Potensial, Cocok Untuk Kaum...

Lebih lanjut lagi menurut Abdillah Toha, apa yang dilakukan oleh pendukung UAS tersebut belum tentu seluruh umat Islam setuju dengan aspirasi mereka.

Selanjutnya Abdillah Toha juga menegaskan dirinya yang merupakan penganut agama Islam tidak merasa terwakilkan atas demo yang dilakukan pendukung UAS di kedutaan besar Singapura itu.

“Tidak jelas umat Islam yang mana. Saya tidak merasa terwakili,” lanjutnya.

Baca Juga: Erick Thohir Kandidat Bakal Capres yang Potensial, Cocok Untuk Kaum...

Sebagai informasi bahwa pendukung UAS alias Pertahanan Ideologi Serikat Islam (Perisai) melakukan unjuk rasa di depan kedutaan besar Singapura pada Jumat 20 Mei 2022.

Perisai mengajukan tuntutan agar kedutaan besar Singapura diusir dari Indonesia karena telah memperlakukan pendakwah Indonesia seperti itu.

Selain itu mereka juga meminta Singapura untuk mengajukan permohonan maaf kepada UAS atas perbuatan yang dilakukannya.

JIka tuntutan para pendukung UAS ini tidak dikabulkan oleh pemerintah Singapura, maka mereka akan membawa kasus ini ke pemerintah Indonesia.

Mereka akan meminta pemerintah Indonesia untuk melakukan peninjauan kembali tentang hubungan diplomatik antara Indonesia dan Singapura.

Bagikan