Terkini.id, Makassar – Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mengajak masyarakat untuk tidak mengirim video yang berbau kekerasan. Terlebih bila menyebarkan foto-foto korban.
Hal itu merespons dugaan perseteruan antara Mahasiswa Ikatan Pelajar Mahasiswa Indonesia Luwu (IPMIL) dan Kesatuan Pelajar Mahasiswa Indonesia (KEPMI) Bone.
“Jangan juga mem-posting yang bisa memancing orang jadi panas. Saya belum tahu apa pemicunya. Kita serahkan ke aparat kepolisian,” kata Danny Pomanto, Senin, 29 November 2021.
Ia mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan ihwal persoalaan dua organisasi mahasiswa daerah tersebut.
Danny menyebut sudah berkomunikasi dengan tokoh-tokoh masyarakat dari Kabupaten Bone dan Kabupaten Luwu. Termasuk, kata dia, tokoh masyarakat yang ada di pemerintah kota.
- Wali Kota Makassar Munafri: Festival Keberkahan Kurban Bosowa Peduli Jadi Ajang Berbagi dan Pemberdayaan Masyarakat
- Wali Kota Makassar Appi Bagikan Kisah Hidup dan Perjalanan Politik di FH Unhas
- SIM C1 Resmi Hadir di Makassar, Appi Jajal Langsung Lintasan Motor Besar
- Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin Siap Hadiri Pelantikan DPP APPI pada 30 Mei 2026
- Wali Kota Makassar Gandeng Sinar Jaya Bahas Bus Kota Terintegrasi Jalur Kampus
“Saya juga koordinasi terus dengan dandim dan Kapolrestabes, termasuk camat lurah saya perintahkan memonitor asrama dan tempat kos dari dua pihak yang bertikai dan menenangkan masyarakat sekitar,” ucanya.
Danny juga meminta kontainer recover dijadikan posko pengaman selama 24 jam penuh. Ia menyebut hal itu perlu diantisipasi untuk mencegah provokasi dan kembali melakukan serangan.
“Saya berharap masyarakat tenang. Jangan memposting sesuatu yang bernada mengancam dan menakut-nakuti. Itu kan kurang bagus. Apalagi posting foto-foto korban. Pengaman lebih diperketat, mulai dari tripilar, kelurahan, kecamatan sampai tingkat kota,” tuturnya.
Sebelumnya, Kepala Kepolisian Sektor Makassar (Polsek) Makassar, Komisaris Yusrizal Erdiawan Nazaruddin mengatakan letak dua asrama mahasiswa tersebut berdekatan.
Yusrizal mengatakan, pelaku penyerangan menggunakan topeng. Para pelaku menyerang dengan senjata tajam, pistol rakitan, dan juga bom molotov.
“Hanya beda lorong saja. Asrama IPMIL diserang pukul 02.00 Wita, sementara KEPMI Bone pukul 6 pagi,” ujarnya kepada wartawan, Minggu, 28 November 2021.
Alhasil, sejumlah fasilitas asrama rusak akibat dilempar molotov. Satu mahasiswa yang tinggal di Asrama IPMIL inisial MAS mengalami luka di bagian leher dan tangan kiri.
Sementara kondisi Asrama KEPMI Bone tidak ada korban luka. Meski demikian sejumlah fasilitas terbakar akibat dilempar bom molotov.
“Kami masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku dan motif penyerangan di dua asrama mahasiswa,” ucapnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
