Soal Peternakan Babi, Satpol PP: Jangan Terburu-Buru

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar Iman Hud

Terkini.id, Makassar – Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Makassar Iman Hud angkat bicara soal pelarangan peternakan babi pada area pemukiman penduduk di Jalan Haji Kalla, Kelurahan Panaikang, Kecamatan Panakkukang, Makassar.

Ia mengingatkan perlunya sikap menghargai peternak babi lantaran hal itu merupakan mata pencaharian mereka. Untuk itu, Ia mengatakan perlunya kehati-hatian dalam mengurai pokok persoalan.

“Jelas bahwa kita berikan kesempatan warga supaya tidak menimbulkan hal-hal yang kontroversi, jangan terburu-buru,” kata dia kepada pewarta di Balai Kota, Jumat, 6 September 2019.

Ia mengatakan, perlunya pendekatan sosial dan psikologi kepada masyarakat sebelum bertindak. Hal itu, kata dia, untuk menghindari konflik.

Terkait dengam beberapa warga yang keberatan dengan aktivitas peternakan babi di daerah tersebut, ia mengatakan memang perlu memikirkan tempat yang layak bagi mereka lantaran bertentangan dengan aturan.

“Artinya harus jauh dari pemukiman, kenapa ini babi sensitif karena ini kan menyangkut banyak hal,” ungkapnya.

Iman mengatakan pihaknya menyerahkan kepada lurah dan Camat Panakkukang untuk membangun komunikasi dengan peternak dan mencari kesepakatan. Ia menegaskan perlunya sikap kehati-hatian dalam menyelesaikan setiap persoalan.

“Camat sudah menyampaikan ini, dia akan berusaha untuk sesegera mungkin mediasi dan cari solusinya. Intinya kan ada solusi mengenai bagaimana menyelesaikan masalah ini,” ungkapnya.

Menyoal ketidakadilan pemerintah lantaran hanya peternak babi yang menjadi sorotan, Iman memaparkan bahwa hal itu tidak tepat lantaran sebelumnya pemerintah juga menertibkan peternakan sapi.

Iman mengatakan, bahwa peternakan babi menjadi isu hangat lantaran dia menjadi simbol tertentu. Untuk itu, ia mengatakan perlunya mencari informasi lengkap dalam melihat segala persoalan.

Iman menegaskan bahwa perlunya menyelesaikan masalah secara komprehensif dan tuntas. Ia mengatakan bahwa perlunya niat baik untuk kepentingan bersama.

“Juga patuh terhadap peraturan. apa pun itu kita berusaha bagaimana supaya ada win-win solution,” pungkasnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini