Soal Pintu Masuk Terorisme, PKS: Bukan Wahabi Salafi Tapi Ekonomi

Soal Pintu Masuk Terorisme, PKS: Bukan Wahabi Salafi Tapi Ekonomi

FD
Fachri Djaman

Penulis

Terkini.id, Jakarta – Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera menanggapi soal anggapan yang menyebut pintu masuk terorisme di Indonesia bukan melalu paham Wahabi atau Salafi melainkan ekonomi.

Hal itu diungkapkan Mardani Ali Sera dalam sebuah video yang tayang di 20Detik, seperti dilihat pada Rabu 31 Maret 2021.

Dalam video tersebut, awalnya Mardani mengungkapkan bahwa terorisme adalah musuh semua pihak.

Ia pun menilai, pintu masuk terorisme bisa jadi karena pikiran, faktor ekonomi maupun rasa ketidakadilan.

“Terorisme adalah musuh kita semua. Terorisme biasanya tidak tunggal penyebabnya. Bisa karena pikiran, ekonomi, rasa ketidakadilan dan sering kali gabungan dari keseluruhannya,” ujar Mardani Ali Sera.

Baca Juga

Adapun terkait pernyataan yang menyebut Wahabi Salafi sebagai pintu masuk terorisme, Mardani meminta hal itu dikaji terlebih dulu oleh para ulama di Indonesia.

“Terkait dengan pernyataan pikiran Salafi Wahabi sebagai penyebab terorisme, monggo (silahkan) para ulama membuat kajian penilaian. Kalau itu sebabnya, monggo diputuskan karena apapun lagi-lagi terorisme adalah musuh kita bersama,” ucapnya.

Akan tetapi, kata Mardani, perlu kehati-hatian dalam melihat kaitan antara agama dengan terorisme. Sebab menurutnya, aksi teroris tidak ada kaitannya dengan Islam.

“Tapi hati-hati ketika kita melihat terorisme dikaitkan dengan agama karena tidak ada kaitan terorisme dengan Islam dan agama. Karena di semua agama, di semua pikiran dan elemen bisa ada terorisme,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Said Aqil Siradj mengungkapkan strategi untuk menghabisi jaringan terorisme di Indonesia.

Said Aqil menyebut, memberantas jaringan terorisme dilakukan dari benihnya atau pintu masuknya ajaran ekstremisme yakni Wahabi dan Salafi.

“Ini artinya, kalau kita benar-benar sepakat, benar-benar kita satu barisan ingin menghabisi jaringan terorisme, benihnya dong yang harus dihadapi. Benihnya, pintu masuknya yang harus kita habisi. Apa? Wahabi, ajaran Wahabi itu adalah pintu masuk terorisme,” kata Said Aqil.

Hal itu disampaikan Said Aqil dalam webinar Mencegah Radikalisme dan Terorisme untuk Melahirkan Keharmonisan Sosial yang disiarkan lewat kanal Youtube TVNU.

Said Aqil pun menegaskan bahwa ajaran Wahabi maupun Salafi bukan terorisme, namun pintu masuk terorisme.

“Ajaran Wahabi bukan terorisme, bukan, Wahabi bukan terorisme, tapi pintu masuk. Kalau udah Wahabi, ‘ini musyrik, ini bid’ah, ini sesat, ini nggak boleh, ini kafir, itu langsung satu langkah lagi, satu step lagi sudah halal darahnya boleh dibunuh’. Jadi benih pintu masuk terorisme adalah Wahabi dan Salafi. Wahabi dan Salafi adalah ajaran ekstrem,” ujarnya.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.