Terkini.id, Jakarta – Teddy Gusnaidi, Dewan Pakar Partai Keadilan dan Persatuan (PKPI) menyampaikan ketidak-setujuan atas kebijakan Kepala Daerah yang mewajibkan Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk salat subuh berjemaah. Teddy terutama menyoroti terkait sanksi bagi ASN yang tidak melaksanakan peraturan tersebut.
Menurutnya, kebijakan tersebut sama saja dengan mengambil kewenangan Tuhan.
“Ibadah dilaksanakan bukan karena Allah, tapi karena takut kena sanksi dari Kepala Daerah. Kewenangan Allah dicaplok Kepala Daerah,” tulis Teddy di akun twitter-nya, @TeddyGusnaidi, pada Jumat, 5 Maret 2021.
Dalam cuitannya yang lain, ia juga mencuit hal senada dan menyampaikan bahwa kebijakan tersebut adalah hal berbahaya.
“Wajibkan ASN salat subuh berjemaah? Kalau wajib berarti artinya jika tidak dilaksanakan ada sanksinya. Padahal sanksi bagi manusia yang beribadah itu domain Tuhan,” tulis Teddy
- Teddy Gusnaidi: BEM UI, Jangan Sampai Kalian Dimanfaatkan, Hanya Dijadikan Pion oleh Pemain Politik
- Bandingkan Harga BBM Masa Soeharto hingga SBY, Teddy Gusnaidi: Turunkan Jokowi!
- Teddy Gusnaidi Sindir Partai Demokrat: Tidak Pantas Diberi Tiket Capres!
- Sindir Mahfud MD Terlalu Ikut Campur Terkait Kasus Brigadir J, Teddy Gusnaidi: Apa Ada Kepentingan Pribadi?
- Komentari Citayam Fashion Week, Teddy Gusnaidi: Tempat Berkreasi Menjadi Arena Sirkus Para Oportunis
“Bahayanya ke depan di dibiarkan, orang yang tidak berpuasa bisa dipenjara. Makin ke sini, makin banyak yang mengambil peran Tuhan,” tambahnya.
Dalam cuitannya, Teddy tidak menyebutkan spesifik Kepala Daerah mana yang ia maksud.
Namun, sebelumnya Wali Kota Bukittinggi, Erman Syafar sempat menjadi perbincangan karena mewajibkan semua ASN laki-laki muslim untuk menunaikan salat Subuh berjemaah setiap hari Jumat.
Dilansir dari detik.com, Erman mengatakan salat Subuh berjemaah merupakan salah satu bagian dari program kerjanya bersama pasangan Wakil Wali Kota Bukittinggi, Marfendi.
Menurutnya, program Subuh berjemaah ini dapat berdampak baik terhadap pelayanan ASN kepada masyarakat.
“Nantinya kami yakin ini akan berpengaruh dan berdampak baik terhadap pelayanan ASN kepada masyarakat,” ujarnya, pada Selasa 2 Maret 2021, dilansir dari detik.com.
Erman juga menyampaikan bahwa tujuan pokok dari program salat Subuh berjemaah tersebut adalah untuk meningkatkan akidah ASN.
“Poinnya adalah ini dalam rangka mengisi penguatan akidah dari sisi keagamaan bagi ASN. Ini adalah sesuatu yang baik. Setelah Subuh berjalan, akan ada pengajian yang sistemnya ber-silabus,” ujar Erman.
Terkait sanksi, Erman mengatakan bahwa hal tersebut masih akan dibicarakan.
Namun, ia menekankan bahwa program tersebut memang wajib.
“Nanti kita bicarakan (soal sanksi). Yang jelas Subuh (berjamaah) itu memang wajib. Saya hanya menyampaikan dalil-dalil agama. Saya hanya ingin memperkuat dan memastikan, bahwa harusnya kita dalam kondisi seperti sekarang ini, ekonomi turun dan wabah Covid, harusnya kita perkuat iman di masing-masing kita ini,” kata Erman.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
