Terkini.id, Jakarta – Melalui sebuah cuitan di akun media sosial, Teddy Gusnaidi merespons pernyataan Refly Harun yang menilai negara lebih takut dengan radikalisme ketimbang korupsi.
Berdasarkan hal itu, pemilik akun twitter @TeddyGus ini mengatakan bahwa radikalisme jelas lebih berbahaya dari korupsi.
Sebab, lanjut Teddy radikalisme bisa menghilangkan ideologi NKRI, sementara dengan adanya korupsi ideologi NKRI tetap ada.
“Ngawur.. Radikalisme lebih berbahaya daripada korupsi. Kalau korupsi, Ideologi NKRI masih tetap ada. Tapi kalau Radikalisme, Ideologi NKRI bisa hilang,” ujarnya melalui akun Twitter pribadi @TeddyGus
Sebagai contoh nyata, Teddy menyebut Afghanistan yang dikuasi oleh teroris Taliban.
- Teddy Gusnaidi: BEM UI, Jangan Sampai Kalian Dimanfaatkan, Hanya Dijadikan Pion oleh Pemain Politik
- Bandingkan Harga BBM Masa Soeharto hingga SBY, Teddy Gusnaidi: Turunkan Jokowi!
- Teddy Gusnaidi Sindir Partai Demokrat: Tidak Pantas Diberi Tiket Capres!
- Sindir Mahfud MD Terlalu Ikut Campur Terkait Kasus Brigadir J, Teddy Gusnaidi: Apa Ada Kepentingan Pribadi?
- Komentari Citayam Fashion Week, Teddy Gusnaidi: Tempat Berkreasi Menjadi Arena Sirkus Para Oportunis
“Setelah Ideologi negaranya dirampok, kekayaan pun dirampok. Lihatlah Afghanistan ketika dikuasai teroris Taliban… @ReflyHZ,” tandasnya.
Sebelumnya, Refly turut menanggapi masuknya nama Ustadz Abdul Somad dan Ustadz Felix Siauw ke dalam daftar penceramah terindikasi intoleran serta radikal. Dikutip dari Galamedia. Rabu, 9 Maret 2022.
Refly mengatakan pasti ustadz yang masuk ke dalam daftar itu adalah sosok yang kerap mengkritik pemerintah.
Pastilah ini yang suka ngekritik pemerintah. Kalau ustadz yang tidak mengkritik pemerintah tidak radikal ya,” ujarnya melalui kanal Youtube miliknya Refly Harun.
Terkait hal ini, Refly pun menilai negara lebih takut dengan radikalisme ketimbang korupsi.
“Jadi saya katakan negara ini lebih takut dengan radikalisme ketimbang korupsi, karena dianggap radikalisme itu jauh lebih mengusik the establishment mungkin, dibandingkan orang yang korupsi,” ungkapnya.
Lanjut “Padahal kita tahu justru korupsi yang lebih mengkhawatirkan ya,” sambungnya.
Advokat ini lalu menjabarkan ciri-ciri penceramah radikal menurut Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT).
“Ada lima ya, yaitu satu anti Pancasila, pro Khilafah, dan menginginkan terbentuknya negara Islam,” terangnya.
Sejauh ini, Relfy mengaku tidak pernah melihat UAS, Ustadz Felix ataupun ustadz di daftar itu yang melakukan ciri kedua.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
