Masuk

Sri Mulyani Sebut Kenaikan PPN 11 Persen Bukan Untuk Nyusain Rakyat, Nicho : Logika Koplak Seorang Menteri Keuangan

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial Nicho Silalahi kritik pernyataan Menteri Keuangan Sri Mulyani yang sebut kenaikan pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 11 persen tidaak untuk menyusahkan rakyat.

Nicho menilai Sri Mulyani memiliki logika yang tak masuk akal. Pasalnya, menurut nicho, pajak justru menyusahkan masyakat.

“Logika koplak seorang menteri keuangan, woi bengak dimana-mana pajak itu menyusahkan rakyat. Gini kalau resim banyak gaya ujungnya rakyat yang menjadi korban,” tulis Nicho di cuitan Twitternya.

Tangkapan Layar (Twitter)
Baca Juga: Puan Maharani Hadiri Muktamar Muhammadiyah, Nicho Silalahi: Buat Apa Kalian Undang!

Sebelumnya, pada Selasa 22 Maret 2022 dalam acara CNBC Indonesia Economic Outlook 2022, Sri Mulayani mengatakan kenaikan pajak sebanyak 11 persen tersebut akan kembali ke masyarakat.

Menurutnya kebijakan kenaikan pajak, untuk membangun sekolah, infrastruktur, subsidi LPG.

“Jangan diliharenggak perlu jalan tol, enggak makan jalan tol.Banyak sekali penerima APBN ini untuk kebutuhan masyarakat, untuk listrik, LPG, semua ada elemen subsidi,” Ujarnya sebagaimana dilansir dari Cnnindonesiacom. Kamis, 24 Maret 2022.

Baca Juga: Nicho Silalahi Sorot Perilaku Buzzer, Minta Polisi Tindak Penyebar Hoaks

Alhasil, Sri Mulyani kembali menegaskan bahwa kenaikan pajak itu dimaksudkan untuk membela Indonesia, bukan untuk menyusahkan rakyat.

“Toh, jelas yang tidak ada penghasilan ya tidak bayar pajak,” tegasnya.

Sebagai catatan, Sri Mulyani menyatakan kenaikan PPN menjadi 11 persen tidak akan ditunda.

Pendekatan ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2021 yang bertujuan untuk harmonisasi peraturan perpajakan (HPP). Pada 2025, kenaikan PPN ini akan tetap sebesar 12 persen.