Terkini.id, Soppeng – Setelah pemerintah pusat menurukan harga minyak goreng menjadi 14.000 per 1 liter, sejumlah pun berbondong menyerbu pasar modern.
Bahkan Pemerintah daerah juga terjun kelapangan untuk memastikan ketersedian dan Harga minyak goreng di pasar tradisional maupun pasar modern.
Meski demikian banyak masyarakat yang curiga adanya dugaan permainan stok yang seprti yang terjadi kabupaten Soppeng sejumlah minyak goreng di toko modrn menghilang.
Dari pantauan beberapa pasar modern seperti Alfa Mark, Alfa Midi, Indomaret tidak menyiapkan minyak goreng dan hanya di pasar modern misi Pasaraya yang menyiapkan minyak goreng, namun jenis minyak goreng yang disediakan terbilang tinggi harganya.
Ketua LSM Lidik Gazali Makkaraka mengatakan bahwa permasalahan ini perlu di usut karena diduga ada pengusaha yang secara sengaja menampung minyak goreng.
- KPU dan Pemkab Soppeng Sepakati Anggaran Pilkada 2024 Sebanyak Rp 21 Miliar
- Jadwal Mati Lampu Hari Ini di Parepare-Barru-Sidrap-Soppeng, Cek Selengkapnya!
- Hari ini Listrik di Parepare-Sidrap-Barru-Soppeng Padam Selama 12 Jam, Berikut Titiknya!
- Pemprov Sulsel beri bantuan 12 milyar untuk soppeng
- 20 institusi bergabung dalam Mall Pelayanan Publik Soppeng
” Ini diduga ada unsur kejahatan ekonomi, Ungkap Gazali Makkaraka,
Lanjut Gazali Makkaraka meminta Polisi untuk mengusutnya karena permasalahan ini masuk dalam rana kejahatan ekonomi.
” Saya meminta kepolisian mengusut hal ini karena diduga ada unsur kejahatan ekonomi, Tutupnya.
Beberapa waktu lalu TIM Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam Sekretariatp Daerah Kabupaten Soppeng Drs.A.Isjunwar,MM mengatakan telah melakukan survei ll ketersedian minyak goreng di pasar modern dan tradisional,namun pihaknya menemukan keterbatasan stok minyak goreng.
“Permasalahan yang kami dapatkan di lapangan setelah melakukan survei adalah stok minyak goreng bersubsidi ini sangat terbatas baik yang ada di alfamidi, Indomaret, Alfamart, kemudian pendistribusian ke Konsumen tidak merata.”
Tak hanya itu pihaknya juga menemukan harga minyak goreng di pasar tradisional tidak sesuai dengan harga baru yang dikeluarkan pemerintah pusat yakni 14.000 perliternya.
Terkait dengan harga, perbedaanya sangat mencolok, alasannya di pasar tradisional mereka membeli dengan harga yang sangat tinggi , jadi mereka tidak bisa menjual sesuai dengan kebijakan menteri perekonomian, karena memang dasarnya dia beli tinggi , ketika dia jual mereka akan merugi”
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
