Stop Penggunaan Plastik ke Nelayan, BSI Uinam Gelar Seminar Internasional

Uinam
Stop Penggunaan Plastik ke Nelayan, BSI Uinam Gelar Seminar Internasional

Terkini.id, Makassar – Jurusan Bahasa dan Sastra Inggris (BSI) di bawah koordinasi Komisi Penjaminan Mutu Fakultas Adab dan Humaniora UIN Alauddin Makassar (Uinam) menyelenggarakan kegiatan Seminar Internasional dengan tema “EnvironMentality: Ecocriticism (Nature, Culture, and Literature)” pada Jumat, 16 Agustus 2019.

Panitia menghadirkan tiga pemateri pada bidangnya yang membicarakan tentang isu-isu lingkungan, budaya, dan sastra, serta keterkaitan antara ketiganya.

Ketiga pembicara adalah Kevin A. Smith dari Marine Institute, Memorial University, Newfoundland, Canada, seorang volunteer yang membantu masyarakat pesisir Takalar sekaligus mengampanyekan penggunaan non-plastik kepada nelayan.

Pembicara lainnya yakni Dr. Umar Thamrin, S. Ag., M.Hum., M.A. yang merupakan dosen Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora, UIN Alauddin, dan Hardillah perwakilan dari komunitas WastEducation yang juga merupakan alumni Bahasa dan Sastra Inggris UIN Alauddin.

Hardillah sebagai pembicara pertama menyampaikan tentang peran pemuda sebagai generasi dan dalam mengampanyekan zero waste kepada anak-anak, salah satunya melalui bacaan anak yang tepat seperti yang dilakukan oleh komunitasnya.

Sementara itu, Kevin memulai presentasinya dengan menceritakan gerakan zero waste yang yang dilakukan di negaranya, Kanada, lalu menjelaskan kronologi perkembangan ecocriticism dari karya antiquity, colonialism, romanticism, hingga ke karya dystopia.

Terakhir, Umar Thamrin yang merupakan alumni University of California, Berkeley, Amerika lebih spesifik lagi membahas konsep lingkungan dan budaya dalam karya sastra, salah satunya adalah karya Joseph Conrad, “Karain”.

“Karya itu diambil dari kata Karaeng karena latar dan penokohannya yang mirip dengan budaya Bugis Makassar, dan kenyataan bahwa Conrad adalah seorang penjelajah,” ujar Umar.

Bertempat di Lecture Theater Fakultas Adab dan Humanora, kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 80 peserta dari beragam kalangan: akadimisi bidang bahasa dan Sastra dari beberapa kampus di Makassar, praktisi lingkungan, komunitas literasi, dan lain-lain.

Peserta pun cukup antusias menyimak materi dari narasumber. Askar Nur, salah satu peserta sangat mengapresiasi kegiatan ini.

Menurutnya, ecocriticism meski bukan hal baru dalam dunia sastra, namun memang masih jarang menjadi perbincangan di ruang kelas.

“Dan kegiatan ini berhasil memperkenalkan ecocriticism itu seperti apa,” tuturnya.

Kegiatan ini diselenggarakan dengan konsep Zero Waste. Semua peserta dan panitia, termasuk pemateri diimbau untuk membawa tumbler sendiri dan tentu tidak diperbolehkan membawa botol plastik sekali pakai.

Panitia hanya menyediakan air galon untuk isi ulang tumbler peserta dan tentu sepotong kue beralaskan daun pisang.

Citizen Reporter: Ahmad

Berita Terkait
Komentar
Terkini