Stress Menjadi Pemicu Berat Badan Naik, Ternyata ini Penyebabnya

Stress Menjadi Pemicu Berat Badan Naik, Ternyata ini Penyebabnya

R
Niken Rizqia
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Jakarta – Berat badan naik memang terkadang bikin stres, namun siapa sangka ternyata stress yang menjadi penyebab berat badan naik juga, lho. Kok bisa ya? Itulah sebab stress berhubungan langsung dengan fungsi tubuh.

Diketahui, stress merupakan suatu masalah umum yang sering terjadi dalam kehidupan yang muncul dari berbagai macam faktor, mulai dari keuangan, hubungan, pekerjaan atau perubahan hidup yang signifikan.

Ketika stress, tidak hanya juga mempengaruhi kesehatan mental tetapi juga memberikan efek yang memicu keinginan mengkonsumsi makanan yang enak dan lezat agar dapat mengontrol perasaan dan pikiran.

Dilansir dari Verywellmind.com, pada tahun 2015 peneliti dari Ohio State University menemukan bahwa rata-rata wanita yang mengalami stress selama 24 jam sebelumnya telah membakar 104 kalori lebih sedikit daripada wanita yang tidak stress.

Hal ini dapat membuktikan rasa stress dapat menyebabkan kenaikan berat badan 11 pon dalam satu tahun. Selain itu, stress juga memiliki kadar insulin yang lebih tinggi. Berikut telah dirangkum beberapa hal yang menyebabkan akibat stress.

Stres dan Kortisol

Baca Juga

Beberapa penelitian telah membuktikan adanya hormon kortisol yang menyebabkan berat badan naik akibat stress. Diketahui, hormon ini yang menjadi sumber energi sehingga dapat mengendalikan metabolisme tubuh dengan merespon rasa stres dan mempengaruhi keinginan makan makanan yang manis.

Dengan begitu, saat keadaan stress hormon kortisol terus meningkat dan tubuh akan memberi sinyal agar membutuhkan lebih banyak gula, lalu energi tersebut menghasilkan lemak yang tersimpan dalam tubuh. Sehingga, hal ini menjadi pemicu kenaikan berat badan.

Makan dengan Emosional

Ketika stress biasanya cenderung ingin makan makanan yang manis, hal ini disebabkan adanya hubungan stress dan kortisol. Akibatnya, nafsu makan semakin meningkat dan ingin makan banyak.

Meningkatnya kadar hormon kortisol tidak hanya menarik keinginan makan makanan yang manis, tetapi menyebabkan energi saraf yang berlebihan sering kali muncul dan mendorong agar makan lebih banyak dari biasanya.

Makan Makanan Cepat Saji

Saat stress tubuh bereaksi terhadap segala hal, begitupun saat respon tubuh yang tidak ingin meluangkan waktu untuk masak makanan, tetapi ingin makan makanan cepat saji.

Walaupun rasanya yang lezat, makan makanan cepat saji tidak baik untuk kesehatan karena mengandung kalori yang tinggi dan menghasilkan banyak lemak. 

Kurang Olahraga

Olahraga merupakan aktivitas yang penting dilakukan, bukan hanya menggerakkan tubuh tetapi juga memiliki manfaat dalam kesehatan. Dengan melakukan olahraga rutin dapat mengatasi rasa stress.

Hal ini karena detak jantung yang lebih cepat, otot menegang dan tekanan darah meningkat dapat membuat perubahan menjadi normal kembali.

Kurang Tidur

Selain hormon kortisol hingga kurangnya olahraga yang menyebabkan berat badan naik. Stress juga dapat menyebabkan kurang tidur, sehingga stres dan kurang tidur juga dapat dikatakan terdapat hubungan timbal balik. Stres dapat menyebabkan kurang tidur, dan sebaliknya kurang tidur dapat merespon hormon stres.

Kebiasaan kurang tidur dapat memperlambat proses metabolisme tubuh, akibatnya juga dapat memicu kenaikan berat badan. Mengingat kurang tidur merupakan hal yang buruk bagi Kesehatan. Sebaiknya, mulai membiasakan diri untuk mengatur pola hidup secara teratur.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.