Suara Warga Lae-Lae: Siapa Pun Gubernurnya Kami Menolak Reklamasi

Suara Warga Lae-Lae: Siapa Pun Gubernurnya Kami Menolak Reklamasi

K
R
Kamsah
Redaksi

Tim Redaksi

Terkini.id, Makassar – Peralihan kekuasaan di Pemerintah Provinsi Sulawesi-Selatan (Pemprov Sulsel) sebentar lagi akan menghadirkan seorang Penjabat Gubernur yang baru.

Namun, di tengah perubahan ini, satu hal tetap tidak berubah, tekad warga Lae-Lae dan Koalisi Lawan Reklamasi Pesisir (Kawal Pesisir) untuk menolak rencana reklamasi pesisir Pulau Lae-Lae.

Sejak Februari 2023 hingga saat ini, warga Lae-Lae telah bersatu dengan Kawal Pesisir dalam melakukan tujuh aksi bersama yang menegaskan penolakan terhadap rencana reklamasi di pesisir Pulau Lae-Lae.

Aksi-aksi ini melibatkan berbagai kegiatan, seperti aksi respons cepat, penghadangan, parade laut, festival pulau, dan protes di depan Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan kantor Gubernur Sulsel.

Penolakan warga Lae-Lae terhadap rencana reklamasi ini memiliki alasan yang kuat. Wilayah yang akan direklamasi adalah wilayah tangkap nelayan, terutama perempuan nelayan.

Baca Juga

Selain itu, warga merasa bahwa perencanaan proyek reklamasi ini tidak pernah melibatkan partisipasi mereka dengan serius, padahal mereka yang akan menghadapi dampak langsung dari reklamasi ini.

“Aksi kali ini mempertegas bahwa siapa pun yang menjadi gubernur, warga Lae-Lae tetap pada satu suara menolak keras Reklamasi Pulau Lae-Lae. Sampai kapan pun warga akan terus berjuang mempertahankan apa yang menjadi haknya, pemerintah harus mendengar rakyatnya. Sekali lagi tolak reklamasi, tidak ada negosiasi,” ujar seorang warga Lae-Lae, Dg. Bau, Senin, 4 September 2023.

Dalam daftar nama warga yang menolak rencana reklamasi yang disebar oleh warga bersama dengan Kawal Pesisir, kurang lebih 1500 dari 1.800 warga di Pulau Lae-Lae telah menandatangani pernyataan penolakan.

Angka ini terus bertambah seiring dengan semakin kuatnya penolakan terhadap reklamasi.

“Rencana Pemprov Sulsel melakukan reklamasi untuk pengembangan pariwisata, secara tegas ditolak warga Lae Lae. Bagaimana tidak, lahan tersebut adalah lokasi para nelayan menangkap ikan. Sehingga, akan menggerus ekosistem laut dan mata pencarian nelayan setempat,” kata Pendamping Kawal Pesisir, Hasbi.

Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.