Sudah 18 Doker Meninggal di Sulsel, IDI Minta Tes Covid-19 Dimasifkan

Berdasarkan perbandingan statistik testing dan populasi, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia, dan 3 besar di seluruh dunia.

Terkini.id, Jakarta – Hari ini Tim Mitigasi IDI mengumumkan pembaruan data tenaga medis yang wafat akibat Covid19 sepanjang pandemi di Indonesia berlangsung mulai Maret 2020 hingga pertengahan Januari 2021. 

Berdasarkan data yang dirangkum oleh Tim Mitigasi IDI dari Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PDGI), Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI), Ikatan Bidan Indonesia (IBI), Perastuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (PATELKI), dan Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Dari Maret hingga pertengahan Januari 2021, terdapat total 647 petugas medis dan kesehatan yang wafat akibat terinfeksi Covid, yang terdiri dari 289 dokter (16 guru besar) dan 27 dokter gigi (3 guru besar), 221 perawat, 84 bidan, 11 apoteker, 15 tenaga lab medik. 

Para dokter yang wafat tersebut terdiri dari 161 dokter umum (4 guru besar), dan 123 dokter spesialis (12 guru besar), serta 5 residen, yang keseluruhannya berasal dari 26 IDI Wilayah (provinsi) dan 116 IDI Cabang (Kota/Kabupaten). 

Berdasarkan data propinsi:

Mungkin Anda menyukai ini:

Jawa Timur 56 dokter, 6 dokter gigi, 89 perawat, 4 tenaga lab medik, 33 bidan

Baca Juga: Jokowi Targetkan Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Juli Mendatang, Ini Alasannya

DKI Jakarta 43 dokter, 10 dokter gigi, 25 perawat, 2 apoteker, 3 tenaga lab medik, 7 bidan

Jawa Tengah 41 dokter, 2 dokter gigi, 27 perawat, 3 tenaga lab medik, 2 bidan

Jawa Barat 33 dokter, 4 dokter gigi, 27 perawat, 6 apoteker, 1 tenaga lab medik, 13 bidan  
Sumatra Utara 26 dokter, 1 dokter gigi, 3 perawat, 9 bidan

Baca Juga: Ternyata Penggunaan Tali Masker Dapat Mempermudah Penularan Virus! Begini Faktanya

Sulawesi Selatan 18 dokter, 7 perawat, 4 bidan

Banten 12 dokter, 2 perawat, 4 bidan

Bali 6 dokter, 1 perawat, 1 tenaga lab medik
DI Aceh 6 dokter, 2 perawat, 1 tenaga lab medik, 1 bidan

Kalimantan Timur 6 dokter dan 4 perawat, 

DI Yogyakarta 6 dokter, 2 perawat, 3 bidan
Riau 6 dokter, 2 perawat, 1 bidan

Kalimantan Selatan 5 dokter, 1 dokter gigi,  dan 6 perawat, 

Sulawesi Utara 5 dokter, 1 perawat, 1 bidan

Sumatra Selatan 4 dokter, 1 dokter gigi, 5 perawat, 

Kepulauan Riau 3 dokter dan 2 perawat, 

Nusa Tenggara Barat 2 dokter, 1 perawat, 1 tenaga lab medik, 1 bidan

Bengkulu 2 dokter, 2 bidan

Sumatra Barat 1 dokter, 1 dokter gigi, dan 2 perawat, 

Kalimantan Tengah 1 dokter, 2 perawat, 1 apoteker, 2 bidan

Lampung 1 dokter dan 2 perawat,

Maluku Utara 1 dokter dan 1 perawat,

Sulawesi Tenggara 1 dokter, 2 dokter gigi, 1 perawat,

Sulawesi Tengah 1 dokter, 1 perawat

Papua Barat 1 dokter,

Bangka Belitung 1 dokter,

Papua 2 perawat, 1 bidan

Nusa Tenggara Timur 1 perawat,

Kalimantan Barat 1 perawat, 1 apoteker, 1 tenaga lab medik

Jambi 1 apoteker, DPLN (Daerah Penugasan Luar Negeri) Kuwait 2 perawat, Serta 1 dokter masih dalam konfirmasi verifikasi.

Berdasarkan perbandingan statistik testing dan populasi, kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia merupakan yang tertinggi di Asia, dan 3 besar di seluruh dunia. 

Bahkan sepanjang bulan Desember 2020 mencatat 53 (lima puluh tiga) dan hingga pertengahan bulan Januari 2021.

Dikatakan oleh Dr Adib Khumaidi, SpOT selaku Tim Mitigasi PB IDI, Meskipun program vaksinasi  sudah mulai dilakukan di hampir seluruh wilayah di Indonesia, namun hal ini hanya merupakan salah satu upaya pencegahan (preventif) dan kondisi ini tidak akan berjalan maksimal apabila masyarakat tetap abai dalam menjalankan protokol kesehatan 5M; yakni Memakai Masker, Mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, Menjaga jarak, Membatasi Mobilitas, dan Menghindari Kerumunan.

Testing Harus Lebih Masif

1 2
Selanjutnya
Bagikan