Sudah Ada 46 Kasus Varian Omicron di Indonesia, Ini Tanggapan Luhut

Terkini.id, JakartaSudah ada 46 kasus varian Omicron di Indonesia, ini tanggapan Luhut. Terkait adanya 46 kasus Covid-19 varian Omicron di Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan angkat suara. Ia mengungkapkan, pemerintah belum akan memperketat pembatasan aktivitas masyarakat kendati saat ini ada 46 kasus Omicron di Indonesia.

Menurutnya, pembatasan baru dilakukan bila terjadi peningkatan kasus harian Covid-19, kasus perawatan di rumah sakit, dan kasus kematian.

Pengetatan kegiatan masyarakat baru akan dilakukan ketika sudah melebihi threshold (ambang batas) tertentu dengan memperhatikan tidak hanya kasus harian, tetapi juga kasus perawatan di rumah sakit dan kasus kematian,” papar Luhut dalam konferensi pers daring, Senin 27 Desmber 2021.

Baca Juga: Elon Musk Bertemu Menko Luhut Didampingi Anindya Bakrie di AS,...

Ia menambahkan, saat ini kasus virus corona di Indonesia masih berada pada tingkat yang rendah. Situasi ini telah berlangsung selama 164 hari sejak puncak kasus varian Delta pada 15 Juli 2021 lalu.

Kendati varian Omicron telah mencapai 46 kasus, Luhut memastikan belum terlihat adanya indikasi peningkatan kasus akibat gelombang varian baru tersebut.

Baca Juga: Rocky Gerung: Kepentingan PDIP Jelas, Jangan Ada Luhut di Kabinet!

Selain itu, tingkat perawatan di rumah sakit dan angka kematian pasien Covid-19 masih sangat terkendali.

“Namun, sekali lagi pemerintah tetap super hati-hati dan waspada karena masih banyak ketidaktahuan kita tentang virus ini. Monitoring terhadap Covid-19 masih dilakukan secara ketat hingga level kabupaten/kota,” imbuh Luhut.

Guna mencegah meluasnya varian Omicron, Luhut mengatakan pemerintah akan tetap memberlakukan karantina 10-14 hari bagi warga yang baru tiba di Indonesia dari luar negeri. Bersamaan hal itu, pelarangan masuk bagi warga yang berasal dari sejumlah negara juga tetap berlaku.

Baca Juga: Rocky Gerung: Kepentingan PDIP Jelas, Jangan Ada Luhut di Kabinet!

Kebijakan mikro lockdown di tempat karantina pelaku perjalanan luar negeri di RSDC Wisma Atlet Jakarta pun masih tetap berjalan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk menunda perjalanan luar negeri yang tidak mendesak. Pasalnya, hampir semua kasus varian Omicron berasal dari pelaku perjalanan luar negeri.

“Jika hanya ingin berlibur pergilah ke berbagai tempat wisata domestik di Indonesia. Selain lebih aman dari serangan Omicron, tempat wisata domestik tidak kalah cantik dengan wisata di luar negeri,” imbau Luhut.

Adapun pada Minggu 26 Desember 2021, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan penambahan kasus virus corona varian Omicron di Indonesia sebanyak 27 kasus.

Atas penambahan tersebut, total ada 46 kasus varian Omicron di Tanah Air. Juru Bicara Vaksinasi Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmidzi menjelaskan, sebanyak 27 kasus baru itu sebagian besar berasal dari pelaku perjalanan internasional dan satu tenaga kesehatan (nakes).

“Sebanyak 26 kasus merupakan imported case, di antaranya 25 WNI yang baru pulang dari Malaysia, Kenya, Uni Emirat Arab, Arab Saudi, Mesir, Malawi, Spanyol, Inggris, Turki, dan satu orang WNA asal Nigeria,” ungkap Nadia melalui keterangan tertulis, Minggu 26 Desember 2021.

“Sementara satu kasus positif merupakan tenaga kesehatan di RSDC Wisma Atlet,” imbuhnya.

Bagikan