Masuk

Said Didu Kritik Kebijakan Beli Migor Curah Pakai NIK dan PeduliLindungi: Kebijakan Tidak Adil

Komentar

Terkini.id, Jakarta – Mantan Sekteraris BUMN, Muhammad Said Didu mengkritik kebijakan yang akan diterapkan oleh Menko Marves, Luhut Binsar Pandjaitan terkait pembelian minyak goreng curah.

Kebijakan ini disebut oleh Said Didu sebagai kebijakan yang tidak adil, dimana kebijakan membeli minyak goreng curah dengan memakai NIK dan PeduliLindungi akan memberatkan masyarakat miskin sebagai penikmat minyak goreng curah.

Bukan tanpa alasan, kritikan Said Didu terhadap kebijakan ini berdasarkan perbandingannya dengan kebijakan yang diberlakukan dengan bio solar yang boleh dibeli oleh siapa saja dan juga mendapatkan subsidi.

Baca Juga: Satu Bulan Terakhir, Tak Ada Pasokan Minyak Goreng Curah di Makassar

Sementara, kebijakan untuk membeli minyak goreng curah dengan harga 14 ribu per liter atau 15.500 per kg harus dengan serangkaian aturan yang memberatkan.

Said Didu menyampaikan bahwa subsidi untuk biosolar telah menghabiskan dana sebesar 100 triliyun dan yang menjadi penikmatnya hanya kalangan orang kaya.

Sedangkan untuk minyak goreng tidak mendapat subsidi dari pemerintah dan mayoritas yang menjadi penikmatnya adalah orang miskin, namun dipersulit.

Baca Juga: Said Didu Nilai Jokowi ‘Jago’ Numpuk Utang Dibanding dengan Soeharto dan SBY

“Kebijakan ini tidak adil: Biosolat boleh dibeli siapa saja dan tidak terbatas padahal disubsidi sekitar Rp 12.000 per liter, sudah habiskan lebih Rp 100 triliyun dan yang menikmati adalah orang kaya”, tulis Said Didu, dikutip dari cuitannya di media sosial Twitter, Sabtu 25 Juni 2022.

“Sementara minyak goreng tidak disubsidi dan yang menikmati mayorittas orang miskin tapi dipersulit”, katanya menambahkan.

Seperti diketahui, Menko Luhut menjamin bahwa setelah kebijakan ini diterapkan, semua akan mendapatkan minyak goreng curah dengan harga eceran tertinggi yakni, 14 ribu per liter atau Rp15.500 per kg di pengecer yang terdaftar resmi dalam program Simirah 2.0 dan juga melalui Pelaku Usaha Jasa Logistik dan Eceran (PUJLE) yakni Warung Pangan dan Gurih.

“Masa sosialisasi akan dimulai Senin (27/6) dan akan berlangsung selama dua minggu ke depan. Setelah masa sosialisasi selesai, masyarakat harus menggunakan aplikasi PeduliLindungi atau menunjukkan NIK, untuk bisa mendapatkan MGCR dengan harga eceran tertinggi (HET),” ujar Menko Luhut.

Baca Juga: Perusahaan Tambang China di LN tidak Diberi Tempat, Said Didu Sebut di Indonesia Sebaliknya

Luhut juga menyampaikan bahwa jika kebijkan itu telah diterapkan, maka akan juga dibatasi dengan maksimal pembelian 10 kg per NIK dalam sehari.

“Saya ingin nantinya distribusi bisa dipastikan berjalan hingga level terbawah. Jangan sampai ada daerah yang tidak mendapatkan minyak goreng curah rakyat di bawah kebutuhannya. Tapi ini semua masih akan membutuhkan waktu”, tegas luhut.