Terkini.id, Jakarta – Sejumlah perwakilan Persaudaraan Alumni (PA) 212 ternyata sudah mantap membawa Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas ke jalur hukum.
Melalui Novel Bamukmin, Menag Yaqut katanya sudah mereka laporkan ke Mabes Polri lantaran diduga telah melakukan penistaan agama.
Adapun hal tersebut terkait polemik suara azan yang diduga dibandingkan dengan gonggongan anjing oleh Menag Yaqut.
Tak main-main, bahkan kata Novel, penista agama siapa pun itu, tak ada tebusannya kecuali hukuman mati.
“Menag kemarin kami sudah laporkan, kita dari Korlabi (Koordinator Pelaporan Bela Islam) dari KUHAP APA (Koalisi Ulama, Habaib dan Pengacara Anti Penodaan Agama). Saya sebagai wakil ketua, kita kemarin sore sudah laporkan,” ungkap Novel Bamukmin, dikutip terkini.id dari Hops pada Selasa, 1 Maret 2022.
- PA 212 Tolak Konser Coldplay, Novel Bamukmin: Kalau Nekat, Kita Blokir Lokasi!
- PA 212 Laporkan Budi Dalton ke Polisi Usai Sebut 'Miras' Minuman Rasulullah
- Novel Bamukmin Sebut Islam Mengharamkan Wanita Jadi Presiden
- Novel Bamukmin Soroti Dugaan Kejahatan Heru Budi Hartono Ketika Ahok Jadi Gubernur
- Sikapi Pernyataan Habib Husin Soal KM 50, Wasekjen PA 212: Ungkapan Basi, Tidak Laku produkBuzzerRp!
“Semua persyaratan kita sudah bawa, kemudian aplikasi Peduli Lindungi juga sudah beres,” sambungnya.
“Cuma ketika masuk sore enggak bisa kalau enggak ada hasil swab. Kita melihat ada sih swab cuma dari pagi sampai jam 11.00 (siang), artinya kita enggak bisa masuk,” tambahnya.
“Besok akan kita kondisikan akan bisa laporkan paling lambat Senin (28 Februari 2022).”
Novel mengatakan, pihaknya sengaja melapor ke Mabes agar tak terkendala dengan masalah locus delictie (tempat terjadinya dugaan tindak pidana).
“Saya datang langsung ke Mabes Polri bukan ke Polda karena Mabes Polri itu tingkatnya nasional, artinya locus delictie-nya di mana pun saja berada harus diterima Mabes Polri.”
Menurut Novel, jika laporannya tak diterima, berarti ada kejanggalan. Namun, ia berharap semoga saja diterima.
“Maka kita lihat aja, Mabes Polri sampai saat ini saya belum tahu deh. Mudah-mudahan nanti bisa terima (laporannya). Kalau tidak terima, ini ada apa gitu lho.”
Terkait penista agama, sebelumnya Novel dengan tegas sangat menentang orang-orang yang demikian.
Apalagi ia menyebut bahwa pernyataan Menteri Agama Gus Yaqut yang diduga membandingkan suara azan dan gonggongan anjing sangat keterlaluan. Bahkan, menurutnya, tak perlu ntuk umat Islam memaafkan.
“Ingat, enggak perlu umat Islam memberikan maaf kepada Yaqut karena bukan hak umat Islam,” tuturnya.
“Ini urusan hak nya Allah. Penista agama siapa pun, mau mualaf, mau murtad, tidak ada tebusannya kecuali hukuman mati, takbir, takbir!”
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
