Terkini.id, Makassar – Pemprov Sulsel tidak akan memberlakukan penutupan wilayah atau Lockdown. Karena itu merupakan kewenangan pemerintah pusat.
“Bukan lockdown, tapi isolasi-isolasi tingkatan kelurahan, desa, atau perumahan yang diindikasi terdampak, untuk memastikan tidak ada penyebaran lebih luas,” kata Wakil Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman, Selasa 31 Maret 2020.
Pemprov Sulsel, kata dia, meminta kepada Gugus Tugas Covid-19 untuk membentuk posko pintu masuk baik pelabuhan, bandara dan perbatasan, dengan melibatkan semua unsur. Mulai dari TNI, Polri, BPBD, Dinas Kesehatan, dan lainnya.
“Untuk memastikan warga yang baru datang terdata dengan baik, dan untuk diarahkan agar karantina mandiri,” ujar Sudirman.
Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah dan Andi Sudirman Sulaiman sepakat untuk melakukan refocusing Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk penanganan virus Covid-19. Khususnya dari belanja non prioritas.
- Dealer Maluku Graha Motor Perkuat Silaturahmi dengan Komunitas Honda CRF di Ambon
- Komunitas Honda CBR Ambon City Rolling, Utamakan Keselamatan dan Semangat Cari Aman
- BPBD Jeneponto Salurkan Air Bersih untuk Warga Terdampak Kekeringan di Dua Kecamatan
- Touring Merah Putih Asmo Sulsel Perkuat Sinergi Ekosistem Honda di Pinrang
- Soundrenaline 'Sana Sini di Makassar' Melanjutkan Perayaan Musik-Seni-Komunitas dari Jakarta
Nurdin Abdullah mengatakan, anggaran harus disiapkan untuk tunjangan tim medis, penyediaan Alat Pelindung Diri (APD), dan peningkatan fasilitas medis di setiap rumah sakit serta pengamanan sosial.
Ia juga meminta Kepala Dinas Perdagangan agar berkoordinasi dengan Bulog, untuk memastikan stok pangan aman.
“APBD 2020 harus difokuskan untuk penanganan Covid-19 dari belanja non prioritas,” kata Nurdin Abdullah.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
