Politisi Gerindra Dukung Keberanian Nurdin Abdullah Copot Ribuan ASN di Makassar

Terkini.id, Makassar – Politisi Partai Gerindra Muzakkir mendukung keberanian Gubernur Nurdin Abdullah yang akan mencopot ribuan pejabat di Pemerintah Kota Makassar. Sesuai rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).

Alasan Muzakkir, pejabat yang dilantik pada era Wali Kota Makassar Mohammad Ramdhan Pomanto, diduga kuat telah mengkampanyekan pasangan Jokowi-Maruf di Pilpres 2019.

“Mereka (ASN) membantu Danny Pomanto. Sehingga dikhawatirkan tidak akan netral dalam menjalankan pemerintahan di Makasar,” kata Muzakkir, Kamis 18 Juli 2019.

Bukti yang paling kuat dan sudah viral, kata Muzakkir, adalah video 15 camat di Kota Makassar. Banyak yang menangkap informasi dalam isi video, semua camat sangat mendukung pasangan nomor urut satu Jokowi-Maruf.

“Meski oleh Bawaslu dan MK disebut tidak terbukti,” kata mantan aktivis Kampus UIN Alauddin itu.

Agar pemerintah Kota Makassar tidak menjadi lembaga politis, Muzakkir meminta Gubernur Nurdin segera melaksanakan rekomendasi KASN. Mendesak Penjabat Wali Kota Makassar membersihkan ASN yang terbukti mendukung dan mengkampanyekan salah satu pasangan capres dan cawapres.

“Pecat semua ASN di Makassar yang terindikasi mengkampanyekan Jokowi-Maruf,” tegas Muzakkir.

Sebanyak 1.228 pejabat struktural di Pemerintah kota Makassar akan diganti oleh pejabat sebelumnya.

Hal ini diungkapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah saat memimpin upacara Hari Kedisiplinan Nasional Forkopimda Kota Makassar. Dirangkaikan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) atau Masa Orientasi Siswa (MOS) tingkat SMP Negeri dan Swasta di Kota Makassar, di Lapangan Karebosi, Rabu 17 Juli 2019.

Berdasarkan perintah surat Plt Ditjen OTDA Kemendagri RI No 019.3/3692/OTDA tanggal 12 Juli 2019 dan surat Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara no B-2237/KASN/7/2019 tanggal 10 Juli 2019.

“Menegaskan bahwa sekitar 40 SK ASN yang sudah diteken oleh Pejabat Wali Kota saat itu yakni Mohammad Ramdhan “Danny” Pomanto resmi dibatalkan,” ungkap Nurdin.

Muzakkir

Rekomendasi KASN

Sebanyak 40 Surat Keputusan (SK) Aparatur Sipil Negara (ASN) yang diteken Wali Kota Makassar periode 2014-2019 Moh Ramdhan “Danny” Pomanto resmi dibatalkan.

Pembatalan tersebut merujuk pada surat Plt. Ditjen OTDA Kemendagri RI Nomor 019.3/3692/OTDA tanggal 12 Juli 2019 dan surat Ketua Komisi Aparatur Sipil Negara nomor B-2237/KASN/7/2019 tanggal 10 Juli 2019.

Rekomendasi penataan pejabat atau jabatan ASN di Pemerintah Kota Makassar menginstruksikan Penjabat Wali Kota Makassar segera mengembalikan 1.228 pejabat struktural di lingkungan Pemerintah Kota Makassar yang sebelumnya dimutasi oleh Danny Pomanto.

Pengembalian tersebut setelah dilakukan evaluasi dan penataan kembali terkait 40 SK Wali Kota sejak tanggal  4 Juni 2018 sampai dengan 8 Mei 2019 lalu.

Kemendagri memberi waktu paling lambat 22 Juli 2019 untuk menyampaikan usul penggantian pejabat di lingkungan pemerintah Kota Makassar melalui Gubernur Sulawesi Selatan.

“Saya kira dengan pengumuman ini tentu akan ada banyak ASN yang resah akan kepastian jabatan dan posisi mereka, beserta tunjangan-tunjangan yang mungkin sudah diterima oleh teman-teman sekalian,” kata Gubernur Nurdin Abdullah yang membacakan rekomendasi Penataan Pejabat/Jabatan ASN di Lingkungan Pemkot Makassar.

Nurdin juga mengingatkan agar semua pihak terkait bekerja secara profesional dalam melakukan penataan kembali jabatan di lingkup Pemkot Makassar.

“Saya tekankan BKD dan BPKD Pemerintah Kota bersama Pak Pj Wali Kota wajib untuk dalam perkara ini bekerja secara profesional dan tanpa pilih kasih dalam melakukan evaluasi dan penataan kembali jabatan-jabatan di lingkup pemerintah Kota Makassar. Kita akan tempatkan orang – orang yang memang kompeten, berpengalaman dan pantas untuk memimpin,” lanjutnya.

Nurdin juga mengingatkan seluruh ASN tetap mengedepankan tiga peran utamanya, yaitu sebagai abdi negara, abdi masyarakat, dan abdi pemerintah.

“Dalam setiap keputusan, kebijakan dan dalam melaksanakan tugas, kepentingan masyarakat harus yang selalu terdepan, bukan kepentingan pribadi. Karena jabatan dan kewenangan ada batas waktunya, tetapi kerja baik kita akan terus dikenang,” ujarnya.

Berita Terkait
Komentar
Terkini
Palopo

Pemkot Palopo Apresiasi Gelaran Semantik Uncok

Terkini.id, Palopo - Universitas Cokroaminoto (Uncok) Palopo Fakultas Teknik Komputer menggelar seminar nasional teknologi informasi dan komputer (Semantik) yang digelar di Aula Universitas Cokroaminoto Palopo