Terkini.id – Data Kementerian kesehatan melalui Asesmen Situasi Epidemiologi Pandemi Covid-19 menyebut Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) masuk wilayah zona hijau.
Merespon hal itu, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto atau yang akrab disapa Danny Pomanto ini meminta masyarakat untuk tidak euforia. Hal itu belajar pengalaman dari India yang menurunkan kewaspadaan lantaran merasa legowo.
Danny Pomanto menyebut dengan adanya zona hijau, masyarakat tetap diminta menerapkan protokol kesehatan ketat saat beraktivitas.
“Kita tak boleh euforia, kita harus belajar dari pengalaman di India,” kata Danny Pomanto, di Kantor Balai Kota Makassar, Senin 21 Juni 2021.
Danny menilai situasi Kota Makassar saat ini menunjukkan tren peningkatan kasus Covid-19. Bila sebelumnya kasus rerata 10 kasus per hari. Saat ini mengalami peningkatan hingga 40 kasus.
- Hemat Anggaran, Munafri Arifuddin Andalkan Mobil Listrik Warisan Pemerintahan Lama
- Wali Kota Makassar Sampaikan LKPJ 2025, Ekonomi Tumbuh 5,3 Persen
- Wali Kota Makassar Tekankan Kompetensi dan Keselamatan Nelayan dalam Diklat Pelayaran
- Hadir di Macawa Fest, Walikota Makassar Apresiasi Ruang Ekspresi Kreatif Anak Muda
- Munafri Arifuddin Resmikan SIT Raffasya, Tekankan Pentingnya Pendidikan Terpadu
Danny berujar pemerintah Kota Makassar bakal tetap meningkatkan kewaspadaan kendati masuk zona hijau.
Ia menyebut bakal meniadakan seluruh aktivitas usaha pada hari Minggu bila kasus Covid-19 tembus 50 per hari.
“Khusus malam Minggu saya matikan kalau sampai 50 kasus per hari,” kata Danny Pomanto.
Ia mengatakan tengah menyusun langkah terukur dengan mengacu pada data untuk menekan laju penularan Covid-19.
“Kalau naik lagi kasus di atas 50 per hari hari Sabtu kita matikan,” kata Danny Pomanto,
Danny menyembut meniadakan opsi untuk menarik “rem mendadak” dalam penanganan Covid-19.
Menurutnya, kebijakan tersebut bukan hanya merugikan pengusaha, namun juga masyarakat secara keseluruhan.
Ia mengibaratkan laju kendaraan tengah meluncur pada kecepatan tinggi lantas tiba-tiba terjadi rem mendadak. Akibatnya, kata dia, semua penumpang bisa terpelanting dari tempat duduknya.
“Ekonomi bisa tengkurap lagi kalau kita ambil kebijakan itu,” ujarnya.
Dia menilai kebijakan yang berbasis pada data kasus Covid-19 merupakan alternatif paling ilmiah dan terukur.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
