Terkini.id, Makassar – Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar Nursaidah Sirajuddin menuturkan vaksinasi Covid-19 untuk lansia baru mencapai 42,4 persen dari target 101,284 ribu lansia yang menjadi sasaran.
Saat ini, pemerintah Kota Makassar membutuhkan sekitar 18 ribu lansia untuk mencapai target 60 persen dari total sasaran.
“Saya sudah berupaya, semua Puskesmas mendata kembali yang belum vaksin karena data lansia sudah kita dapat dari dinsos,” kata Ida, sapaannya, Senin, 20 Desember 2021.
Penyebab rendahnya angka vaksinasi lansia, kata Ida, lantaran pihak keluarga belum teredukasi dengan baik. Juga ada yang warga lansia yang sejak awal menolak untuk divaksin.
Menurutnya, hoaks yang beredar di awal pandemi Covid-19 ihwal bahaya vaksinasi membuat sebagian warga terdoktrin. Alhasil, sebagian warga takut melakukan vaksinasi.
- Penerima Vaksinasi Covid-19 Dosis Empat di Makassar Baru 0,21 Persen
- 63.178.098 Penerima Vaksinasi COVID-19 Dosis Penguat di Indonesia
- Gebyar Vaksinasi Covid-19 secara Inklusif Digelar di Pendopo Rujab Bupati Enrekang
- Pemprov Sulsel Benahi Data Penyandang Disabilitas Guna Penuhi Cakupan Vaksinasi Covid-19
- Jubir Satgas Covid-19: SE Terbaru Pemerintah Menetapkan Bahwa Pelaku Kegiatan Berskala Besar Wajib Menunjukkan Status Vaksinasi Covid-19
Oleh karena itu, pihaknya melakukan edukasi bahwa vaksinasi Covid-19 aman bagi lansia. Ida mengatakan hal itu sudah terbukti bahwa tak ada kejadian ikutan yang menakutkan setelah lansia melakukan vaksinasi.
“Kalaupun ada gejala yang ditimbulkan, itu aman, misalnya demam, itu aman sepanjang demamnya 1×24 jam. Itu reaksi tubuh terhadap vaksinasi,” tutur Ida.
Ida menuturkan gejala tersebut sama sewaktu kecil saat melakukan vaksin DPT, vaksin kombinasi yang diberikan untuk difteri, pertusis (batuk rejan), dan tetanus yang menyebabkan gejala demam.
“Jadi seperti itu. Tidak ada yang perlu ditakutkan dalam hal vaksinasi. Apalagi ada juga Pfizer yang disiapkan pemerintah pusat yang aman untuk komorbid dan lansia,” paparnya.
Sebelumnya, Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto mensyaratkan peserta lelang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) dan Laskar Pelangi membawa paling sedikit 10 warga lanjut usia atau lansia untuk melakukan vaksinasi Covid-19.
Danny mengatakan hal itu untuk menggenjot realisasi vaksinasi lansia yang cakupannya masih minim di Kota Makassar yakni 41,51 persen.
“Jadi mulai memang kapling neneknya, orang tuanya, tantenya yang belum vaksin, dia bawa kartu vaksin. Sebelum dia penempatan maka dia harus beri kartu vaksin 10 orang,” kata Danny Pomanto.
Menurutnya, tingkat vaksinasi lansia yang rendah disebabkan disinformasi yang diterima lansia sehingga mereka enggan divaksin.
Pemerintah, kata dia, memastikan stok vaksin untuk lansia aman karena kelompok ini merupakan prioritas penerima vaksin.
Terpisah, Anggota Komisi A bidang Pemerintahan DPRD Makassar, Rachmat Taqwa Quraisy (RTQ) mengapresiasi langkah pemerintah kota ihwal percepatan vaksinasi Covid-19 yang meminta Laskar Pelangi dan peserta lelang untuk membawa 10 orang melakukan vaksinasi Covid-19.
Menurutnya, hal ini bisa mendorong Percepatan terbentuknya kekebalan kelompok di Kota Makassar.
”Ini hal yang sangat baik dan kreatif, karena ini untuk percepatan herd immunity,” ujar Rachmat.
Selain itu, kebijakan ini bisa menghemat anggaran dan waktu dalam melaksanakan vaksinasi.
“Saya mengapresiasi langkah tersebut sebagai pemanfataan segala aspek, mengefisiensikan anggaran dan waktu,” tuturnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
