Terkini.id,Soppeng – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Soppeng, akan menyurat ke BPH Migas untuk penambahan kuota gas 3 Kg di kabupaten Soppeng.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kadis PPK dan UMKM Soppeng, Andi Makkaraka. Menurutnya, hal itu merupakan salah satu langkah permanen untuk menekan kelangkaan gas bersubsidi yang terjadi tiap tahunnya.
“Kami akan melakukan persuratan untuk penambahan kuota, sesuai dengan petunjuk dari komisi 2 DPRD Soppeng,” ungkap Andi Makkarakka, Kamis, 17 September 2020.
Pasalnya, kata Andi Makkarakka, kelangkaan tersebut terus berulang tiap tahunnya. Imbasnya saat kelangkaan terjadi masyarakat harus menebus mahal gas bertipe melon itu dengan harga mahal.
“Bahkan jauh lebih dari harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan,” jelasnya.
- Kesempatan Emas, Raih Voucher Listrik dengan Beli Token Listrik di PLN Mobile
- PT Vale Peringati Hari Lingkungan Hidup 2026, Solidkan Gerakan Kolektif untuk Iklim dan Masa Depan Morowali
- PPI Makassar Kukuhkan Anggota Baru, Gandeng Alliance Franaise Perluas Wawasan Global Pelajar
- Wabup Gowa Sambut Kepulangan 385 Jemaah Haji, Harapkan Jadi Teladan dan Penggerak Kebaikan di Masyarakat
- PDAM Makassar Lakukan Pekerjaan Darurat Kebocoran Pipa, Sejumlah Titik Terdampak
Sementara itu, Anggota Komisi II DPRD Soppeng, Muhammad Chandra mengaku jika kelangkaan tersebut menjadi salah satu aspirasi yang sering disampaikan oleh masyarakat.
“Saat mendapat aspirasi, kami lalu berkordinasi dengan pak Kadis PPK dan UMKM. Makanya kami mengambil langkah alternatife dengan melakukan operasi pasar untuk menstabilkan harga,” ungkap Chandra.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
