Terkini.id, Jakarta – Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh berbicara soal kemundurannya dari jabatan ketua umum. Ternyata, hal itu disampaikan ketika nantinya tak ada peningkatan di dalam partai.
Surya Paloh menyatakan akan mundur jika kursi Nasdem di parlemen tidak bertambah pada pemilu 2024 mendatang.
Hal itu disampaikan Surya Paloh pada acara HUT ke-11 Partai Nasdem di JCC Senayan pada Jumat 11 November 2022.
Dia mengibaratkan dirinya sebagai nahkoda kapal yang ingin membawa partainya menuju kemenangan, sehingga jika Nasdem berhasil mencapai lompatan yang lebih besar maka Nasdem akan bisa naik kelas.
“Kalau saja, jangankan menurun atau tidak lulus parlementer. Tidak ada tambahan angka, kursi parlemen satupun, itu artinya Nahkoda yang berbicara ini sudah tidak layak lagi memimpin Nasdem, oke,” kata Surya Paloh.

- Ramadhan 2026, Partai NasDem Makassar Bagikan Takjil untuk Masyarakat
- Konsolidasi Perdana, Syaharudin Alrif Tegaskan NasDem Sulsel Tetap Solid
- Supratman Nahkodai DPRD Makassar, NasDem Raih Posisi Strategis
- Poundfit Bareng Fatmawati Rusdi, Ratusan Emak-emak dan Anak Muda Tumpah Ruah di Makassar
- Puluhan Ribu Warga Parepare Ikuti Jalan Sehat TSM Day, Panitia Sampaikan Terima Kasih
“Saya sudah katakan, tidak ada tambahan kursi itu artinya Nahkodanya out,” sambungnya.
Sebelumnya, lembaga survei Indekstat Indonesia merilis survei terkait elektabilitas partai politik pada Oktober 2022.
Menurut survei tersebut, elektabilitas Nasdem berada di angka 2,1%. Sementara, Nasdem telah mendeklarasikan mantan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sebagai calon presiden yang akan diusung, dikutip dari kanal YouTube Kompas.com oleh Terkini.id pada Sabtu 12 November 2022.
Di samping itu, Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Ahmad Ali mengatakan keputusan memilih Anies Baswedan sebagai capres 2024, bukanlah hal yang buru-buru.
“Ketika lebih awal kita memutuskan nama itu banyak sekali perdebatan, ada orang yang mengatakan kita terlalu terburu-buru, ada orang yang kemudian menginterpretasikan pernyataan bahwa presiden bahwa kita sembrono tapi itu bukan untuk Nasdem kok,” katanya.
“Tradisi menetapkan calon presiden lebih awal ini bukan hal baru bagi Partai Nasdem. Semenjak berdirinya partai ini 2013, kemudian kita mengikuti kontestasi pemilu dan pilpres. 2014 tradisi untuk menetapkan calon presiden lebih awal oleh partai ini kita sudah mulaikan ketika kita mencalonkan Bapak Insinyur Joko Widodo menjadi calon presiden 2014 yang saat itu bukan siapa-siapa,” tambahnya.
Lanjutnya, dia mengatakan berkat pengalaman dan naluri dari Surya Paloh maka lahirlah Presiden Jokowi yang saat ini memiliki sejumlah prestasi saat dunia mengalami krisis.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
![Ketua Umum Partai Nasdem, Surya Paloh. [YouTube Kompas.com] partai nasdem](https://makassar.terkini.id/wp-content/uploads/2022/11/terkiniid_screenshot_606.jpg)