Susun Roadmap Kerawanan Pangan, DKP Makassar Gelar Sosialisasi

Terkini.id, Makassar – Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar menggelar Sosialisasi Penyusunan Peta dan Kerentanan Pangan Food Security dan Vulnerability Atlas (FSVA) di Aerotel Smile Hotel, Kamis 1 Agustus 2019.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (DKP) Kota Makassar Sri Sulsilawati mengungkapkan, kegiatan itu merupakan road map atau pemetaan kerawanan pangan.

“Penyusunan peta kerentanan dan kerawanan pangan ini bertujuan menganalisis data-data dalam memberikan gambaran tentang sebaran keragaman pangan seluruh wilayah di Kota Makassar,” ungkap Sri sapaan karibnya.

Gambaran tersebut, sambung Sri, mencakup 15 Kecamatan di Kota Makassar.

“Jadi setelah mendapatkan gambaran kerentanan dan kerawanan pangan ini kita dapat mengetahui faktor-faktor apa yang menjadi penyebab terjadi kerentanan dan kerawangan dalam satu wilayah,” terang Sri lagi.

Setelah mendapat gambaran peta kerentanan dan kerawanan pangan di masing-masing wilayah, kata Sri, DKP Kota Makassar bisa menyediakan informasi bagi pengambil keputusan dalam perencanaan program serta penentuan target dari berbagai pihak, dalam pemberian program baik dari internal Pemerintah Kota Makassar maupun eksternal bisa tepat sasaran.

“Sebenarnya peta kerentanan dan kerawanan pangan ini sudah ada sebelumnya kita buat, tapi tidak mendetail dari 15 kecamatan,” ungkap dia lagi.

Agar bisa memperoleh data-data seperti jumlah keluarga prasejahtera di Kota Makassar menurut Sri perlu adanya keterlibatan Dinas Sosial Kota Makassar.

Kata Sri, data tersebut ada du Dinas Sosial, untuk itu dirinya berharap Dinas Sosial nantinya bisa menyajikan data berapa jumlah warga kota masuk dalam kategori prasejahtera.

“Dinas sosial itu kita butuh data-datanya berapa persentasi penduduk yang hidup dibawah garis kemiskinan,” ungkap Sri.

Selain hal tersebut masuk Indikator road map penyusunan kerentanan dan kerawanan pangan, juga faktor fisik yakni akses terhadap air bersih.

“Kondisi lingkungan rumah tangga yang kurang kurang bersih bisa menimbulkan penyakit diare, sehingga penyerapan zat gizi di tubuhnya itu kurang, hal ini termasuk rumah tangga rawan pangan, jadi tidak hanya ekonomi tapi akses yang perlu, untuk itu perlu ada road map kerentanan pangan,” pungkas Sri.

Komentar

Rekomendasi

Nelayan Cari Petani Rumput Laut yang Tenggelam, BPBD Jeneponto Jadi Penonton

Hendak Melihat Rumput Laut, Seorang Warga Jeneponto Dikabarkan Tenggelam

Imlek 2571, Owner BenZ Café: Semoga Tahun Tikus Membawa Berkah untuk Kita Semua

Diperiksa KPK, Ini Pembelaan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto soal Harun Masiku

Biadab, Pemuda Ini Tega Bunuh Ibu Kandungnya dan Bakar Rumah

Dituding Sebar Berita Bohong Soal PBB, Petinggi Sunda Empire Dilapor ke Polisi

Bareng TP PKK Majene, FKG Unhas Peringati HUT ke-70 PDGI

Beredar Video Call Mesum Diduga Oknum Kades dengan Seorang Perempuan

Videonya Viral, Pria yang Onani di Atas Motor Depan Bocah Perempuan Ditangkap

Laporkan Tulisan

Kami akan menggunakan masukan Anda untuk mempelajari ketika sesuatu tidak benar