Haikal Hassan Ditolak Ceramah di Masjid Pematang Siantar, Denny Siregar Sindir Begini

Terkini.id, Jakarta – Pegiat media sosial, Denny Siregar melontarkan sindiran kepada Haikal Hassan yang ditolak berceramah di sebuah masjid di Pamatang Siantar.

Denny Siregar menyinggung soal Haikal Hassan yang sebelumnya juga pernah ditolak di Malang.

“Di Malang ditolak, di Siantar ditolak juga. Mencret aja dah,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter pada Kamis, 31 Maret 2022.

Baca Juga: Denny Siregar: Terorisme itu Ada, Nyata dan Kejam

Dilansir dari VIVA, beredar sebuah video pendek Haikal Hassan yang tidak diperkenankan ceramah di sebuah masjid di Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara. 

Dalam video yang beredar, seorang yang mengenakan peci hitam tidak mengizinkan Haikal Hasan ceramah di lokasi itu.

Baca Juga: Denny Siregar Sebut Ada yang Mau Boikot Film Sayap Sayap...

Haikal Hassan sendiri menceritakan bahwa saat itu dirinya datang ke Masjid Pemantang Siantar.

Ia menyebut, panitia memperkirakan bahwa orang yang akan hadir dalam acara tersebut adalah sekitar 6 ribu orang.

Namun, ketia ia sudah datang, lokasi sudah sepith dan hanya tersisa para ibu-ibu.

Baca Juga: Denny Siregar Sebut Ada yang Mau Boikot Film Sayap Sayap...

“Kata ibu-ibu di sana dia di usir pulang. Enggak ada pengajian, enggak ada Isra Mi’raj batal-batal. Begitulah informasinya,” ujar Haikal, Rabu, 30 Maret 2022. 

Begitu Haikal Hassan datang, ternyata ramailah seperti yang viral di media sosial.

Haikal memgaku telah beritikad baik baik melakukan islah untuk menenukan alasan mengapa hal ini bisa terjadi.

“Nah belum jelas. Siapa yang membubarkan siapa yang melarang sehingga saya tidak bisa tampil untuk menyampaikan persatuan dan kesatuan untuk masyarakat Siantar. Juga malamnya juga acara di masjid dibatalkan secara sepihak,” kata Haikal Hassan. 

Padahal, menurutnya, para Dewan Kemakmuran (DKM) dan panitia awalnya sangat semangat menyambutnya.

Namun, lanjut Haikal Hassan, jam 2 dini hari panitia ditelpon agar acara dibatalkan.

Ia mengatakan, acara boleh dilaksanakan jika melengkapi persyaratan berupa surat Covid-19, yang tidak mungkin mempersipakan dalam waktu yang sangat singkat.

“Akhirnya saya tidak bisa bicara. Akhirnya islah yang saya lakukan kepada ketua DKM, kita lihat kedepan mudah-mudahan ada perbaikan, dan ada klarifikasi jelas kenapa terjadi pembatalan sepihak yang sebelumnya semangat menyambut tapi detik-detik terakhir dibatalkan,” katanya.

“Dan siapa pula oknum-oknum yang menyampaikan ibu-ibu yang hadir untuk bubar-bubar, suruh pergi ditunda dibatalkan narasi sejenis saya juga enggak tahu,” sambungnya.

Bagikan