Terkini, Makassar – Kotak hitam atau black box pesawat Indonesia Air Transport PK-THT ATR 42-500 yang jatuh di Pegunungan Bulusaraung Sulawesi Selatan, ditemukan pada Rabu 21 Januari 2026.
Kotak hitam ditemukan pada hari kelima operasi pencarian pad Rabu 21 Januari 2026 sekitar pukul 11.00 WITA oleh Tim SAR gabungan.
Sebelumnya diberitakan, pesawat Indonesia Air Transport tujuan Jogyakarta-Makassar (JOG-UPG) hilang kontak pada Sabtu 17 Januari 2026 siang.
Pesawat yang membawa 10 penumpang dan kru ini ditemukan jatuh dengan temuan sejumlah serpihan bagian pesawat di pegunungan Bulusaraung Kabupaten Pangkep Sulawesi Selatan.
Berdasarkan data manifest penumpang pesawat milik maskapai Indonsesia Air Transport rute Jogyakarta-Makassar ini tercatat tiga orang penumpang masing-masing Deden, Ferry dan Yoga.
- Beasiswa Anak Asuh PT Vale Wujudkan Mimpi Ribuan Anak Terancam Putus Sekolah di Sorowako
- Mercure Wedding Expo 2026 Resmi Dibuka, Paket Pernikahan Mulai Rp25 Juta
- Sambut Umrah Musim Depan, Lion Air Buka 6 Kali Penerbangan Makassar-Saudi Dalam Sepekan
- BookCabin Travel Fair Dimulai dari Makassar, Pengunjung Berburu Promo hingga Fash Sale Tiket Liburan dan Umrah
- HIGAR CPI Resmi Dibuka, Bidik Jadi Pusat Gaya Hidup Sehat Terintegrasi di Makassar
Sementara delapan orang crew termasuk pilot pesawat masing-masing CAPT. Andy Dahananto, Co-pilot Muhammad Farhan Gunawan, Restu Adi, Dwi Murdiono. Kemudian ada dua orang Pramugari masing-masing, Florentea Lolita dan Esther Aprilita S.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Makassar selaku SAR Mission Coordinator (SMC), Muhammad Arif Anwar, menjelaskan bahwa penemuan black box merupakan bagian krusial dalam rangkaian penanganan kecelakaan pesawat.
“Black box yang ditemukan terdiri dari Flight Data Recorder dan Cockpit Voice Recorder. Keduanya ditemukan di sekitar badan pesawat oleh tim SAR gabungan saat melakukan penyisiran lanjutan di sektor pencarian,” urainya.
Arif Anwar menerangkan bahwa Flight Data Recorder (FDR) berfungsi untuk merekam berbagai parameter penerbangan, seperti ketinggian, kecepatan, arah, posisi pesawat, hingga kinerja mesin.
“Data tersebut sangat penting untuk membantu pihak berwenang dalam merekonstruksi kronologi penerbangan sebelum kecelakaan terjadi,” bebernya.

Sementara itu, kata Cockpit Voice Recorder (CVR) merekam percakapan di dalam kokpit, termasuk komunikasi antar awak pesawat dan suara-suara penting lainnya selama penerbangan.
“Secara umum, perangkat FDR dan CVR disimpan di bagian ekor pesawat. Penempatan ini dirancang karena area ekor dinilai memiliki tingkat ketahanan lebih tinggi saat terjadi benturan, sehingga peluang penyelamatan data menjadi lebih besar,”urainArif kepada media di Makassar, Rabu 21 Januari 2026 sore.
Black Box Segera Diserahkan ke KNKT
Arif menyebutkan usai ditemukan, black box akan segera diamankan dan diserahkan kepada pihak berwenang yaitu KNKT yang berwenang melakukan investigasi lanjutan sesuai prosedur yang berlaku.
“Penemuan ini menjadi langkah penting dalam proses investigasi kecelakaan pesawat. Tim SAR tetap melanjutkan tugas sesuai mandat, dengan fokus pada pencarian dan evakuasi korban serta pengamanan objek penting di lokasi kejadian,” pungkasnya.
Dapatkan update berita terkini setiap hari dari Terkini.id. Mari bergabung di Saluran Whatsapp "Terkinidotid", caranya klik link https://whatsapp.com/channel/terkinidotid, kemudian klik ikuti.
